Promotor MotoGP Ingin Setiap Tim Punya Pembalap Cadangan, Bos Ducati Sebut Tidak Masuk Akal

Wacana baru dari promotor MotoGP, Liberty Media, memicu perdebatan di paddock. Perusahaan asal Amerika Serikat itu disebut mendorong agar setiap tim memiliki pembalap cadangan permanen yang siap turun balap kapan saja sepanjang musim.

Namun gagasan tersebut langsung mendapat penolakan dari bos Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, yang menilai konsep itu tidak masuk akal jika diterapkan di MotoGP.

Ducati Kabarnya Dipusingkan Dengan Persaingan VR46 Racing Team dan Gresini Racing Terkait Transfer Fermin Aldeguer

Latar Belakang Usulan Pembalap Cadangan

Dorongan menghadirkan pembalap cadangan muncul akibat tingginya angka cedera pembalap dalam beberapa musim terakhir. Dalam sejumlah kasus, tim kesulitan mencari pengganti dalam waktu singkat ketika akhir pekan balap sudah berjalan.

Cedera pramusim yang dialami Fermin Aldeguer sempat memunculkan kembali diskusi tentang pentingnya ketersediaan rider pengganti yang benar-benar siap balapan tanpa persiapan panjang.

Selama ini, peran pengganti biasanya diisi oleh test rider. Nama seperti Pol Espargaro dan Aleix Espargaro pernah turun balap menggantikan rider utama di KTM dan Honda. Bahkan pembalap WorldSBK, Nicolo Bulega, sempat menggantikan Marc Marquez di Ducati pada akhir 2025.

Meski demikian, tugas utama mereka tetap sebagai penguji motor, bukan pembalap siaga di setiap seri.

Tardozzi: Tidak Realistis Secara Biaya dan Kualitas

Tardozzi mempertanyakan kelayakan ide tersebut dari sisi finansial dan teknis. Menurutnya, tim-tim MotoGP saat ini sudah dihadapkan pada prioritas besar menjelang regulasi baru 2027 dengan mesin 850cc.

Menambah kewajiban membawa pembalap cadangan ke setiap seri dinilai akan membebani struktur biaya tim, tanpa jaminan manfaat yang sebanding di lintasan.

Ia juga meragukan apakah tersedia cukup banyak pembalap di luar grid yang memiliki level kompetitif setara MotoGP untuk menjalankan peran itu sepanjang musim.

Bagi Ducati, fokus utama saat ini adalah pengembangan motor untuk era baru, bukan memperbesar struktur operasional tim.

Alex Rins Soroti Beban Psikologis

Pandangan serupa juga disampaikan pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP, Alex Rins. Ia menilai peran pembalap cadangan permanen akan sangat berat secara mental.

Rins, yang pernah harus datang ke seri balap dalam kondisi cedera dan tahu tidak akan turun balap, mengatakan situasi itu sangat sulit dijalani. Menurutnya, pembalap cadangan harus tetap bepergian ke seluruh seri, mengorbankan waktu dan energi, dengan kemungkinan besar hanya duduk di garasi sepanjang akhir pekan.

Perbedaan Karakter MotoGP dan F1

Usulan Liberty Media ini dinilai terinspirasi dari praktik di Formula 1. Namun sejumlah pihak menilai konsep tersebut tidak bisa diterapkan mentah-mentah di MotoGP.

Di F1, pembalap cadangan dapat relatif cepat beradaptasi dengan mobil. Sementara di MotoGP, setelan motor sangat personal, mulai dari ergonomi, gaya balap, hingga karakter ban. Adaptasi tidak bisa dilakukan secara instan hanya dalam satu sesi.

Alex Rins Kehilangan Motivasi di Yamaha: Motor Tak Merespons, Hasil Memalukan di MotoGP Amerika

Wacana ini masih berada dalam tahap diskusi antara promotor dan para pabrikan. Namun dengan penolakan terbuka dari figur penting seperti Tardozzi dan Rins, penerapan pembalap cadangan permanen di MotoGP tampaknya masih akan menjadi perdebatan panjang.