Marco Melandri: Marquez Bisa Pensiun Jika Juara Dunia MotoGP 2026
Mantan pembalap MotoGP, Marco Melandri, tidak menutup kemungkinan bahwa Marc Marquez bisa memutuskan untuk pensiun dari ajang balap motor paling bergengsi itu jika berhasil meraih gelar juara dunia pada musim 2026.
Melandri berpendapat bahwa beban fisik dan mental yang telah dialami Marquez, terutama pasca cedera serius yang mengancam kariernya, bisa menjadi faktor penentu keputusan tersebut.
Pernyataan ini muncul mengingat musim 2025 telah memakan banyak energi dari Marquez. Meskipun Marquez berhasil meraih gelar juara dunia ketujuhnya pada musim 2025, yang menyamai rekor Valentino Rossi dan hanya selisih satu dari Giacomo Agostini, perjuangannya tidaklah mudah. Pembalap asal Spanyol ini harus mengerahkan lebih dari 110% kemampuannya untuk dapat kembali memperebutkan gelar juara.
Marquez, yang kini berusia 32 tahun pada 2025, memecahkan rekor sebagai juara dunia MotoGP tertua di era modern, melampaui rekor Valentino Rossi yang meraih gelar terakhirnya di usia 30 tahun.
Kondisi fisik Marquez pasca cedera bahu yang dialaminya pada musim sebelumnya di MotoGP Indonesia, masih menjadi perhatian serius. Andrea Dovizioso, mantan rival Marquez, bahkan menyebut situasi fisik Marquez “jauh lebih serius dari yang terlihat”. Marquez sendiri mengakui bahwa ia masih mencari tahu “kondisi fisik 100% barunya”.
Perjuangan Marquez di Musim 2025
Memulai musim 2026 sebagai favorit, Marquez justru tidak mendapatkan hasil yang mulus di tiga seri pembuka. Pembalap Ducati Lenovo Team ini belum berhasil naik podium di kelas grand prix, meskipun meraih satu kemenangan sprint dan podium lainnya. Di beberapa balapan utama, performa Ducati dinilai sedikit tertinggal dari Aprilia. Cedera bahu yang dialaminya sejak musim lalu masih terus membebaninya.
Meskipun demikian, Melandri tetap menganggap Marquez sebagai pembalap yang paling komplet.
“Dia tetap menjadi pembalap yang paling komplet secara keseluruhan, bahkan jika dia mungkin kurang eksplosif dibandingkan tahun lalu,” ujar Melandri saat Grand Prix Brasil, dilansir dari Crash.net.
Melandri menambahkan bahwa bukan hanya cedera fisik yang menjadi beban, melainkan juga upaya mental yang luar biasa untuk merebut kembali gelar juara dunia.
Potensi Pensiun di Puncak Karier
“Lebih dari cedera, saya pikir upaya mental yang diperlukan untuk memenangkan kembali gelar juara telah memakan korban, karena menurut pendapat saya, dia memberikan lebih dari 110% pada tahun 2025,” jelas Melandri. Ia pun mengutarakan pandangannya mengenai kemungkinan Marquez untuk pensiun jika berhasil meraih gelar juara lagi.
“Jika Marquez berhasil memenangkan gelar juara, dia bahkan mungkin memutuskan untuk pensiun di akhir musim. Begitulah saya melihatnya. Saya tidak akan terkejut jika dia berhenti setelah gelar [grand prix] ke-10-nya,” ungkap Melandri.
Kontrak Marquez dengan Ducati saat ini akan berakhir pada akhir musim 2026, meskipun ia diproyeksikan akan tetap bersama tim Italia tersebut hingga 2027. Namun, pengumuman mengenai kontrak baru para pembalap secara umum masih tertunda sementara para pabrikan mendiskusikan kesepakatan komersial baru dengan kejuaraan.
Keputusan Marquez untuk menunda penandatanganan kontrak baru sebelumnya juga disebut-sebut karena kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih.
Kondisi Fisik Marquez Menjadi Sorotan
Kondisi fisik Marc Marquez memang menjadi sorotan utama. Setelah mengalami cedera bahu yang cukup serius pada awal musim 2025 di MotoGP Indonesia akibat insiden dengan Marco Bezzecchi, pembalap berusia 33 tahun itu harus menjalani pemulihan. Cedera tersebut mengharuskannya menjalani operasi pada tulang belikat kanannya.
Andrea Dovizioso, yang pernah menjadi rival sengit Marquez, menyatakan bahwa situasi fisik Marquez “jauh lebih serius dari yang terlihat”. Dovizioso, yang kini menjadi pembalap penguji Yamaha, mengungkapkan bahwa Marquez adalah tipe pembalap yang tidak suka mengeluh atau mencari alasan, sehingga kondisi sebenarnya seringkali tidak terlalu diperhitungkan oleh pihak luar.
“Tetapi situasinya, menurut pendapat saya, jauh lebih serius daripada yang terlihat,” kata Dovizioso kepada Moto.it.
Marquez sendiri mengakui bahwa ia masih dalam proses adaptasi dengan kondisi fisiknya yang baru.
“Saya tidak merasa nyaman di motor. Kemudian terlihat seperti saya terbiasa berada di posisi yang tidak alami di motor, dan saya hanya berkendara. Tetap saja saya cepat, tetapi saya tidak bisa membuat perbedaan,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa ia tidak bisa lagi mengendarai motor seperti tahun sebelumnya karena kehilangan kekuatan yang dimilikinya.
Meskipun demikian, Melandri tetap melihat Marquez sebagai favorit untuk gelar juara 2026. Kekuatan Marquez terletak pada kemampuannya untuk menjadi pembalap yang komplet dan selalu berpikir tentang kejuaraan.
Namun, ia juga menambahkan bahwa Marquez kini berada dalam fase kedewasaan, di mana ia belajar mengelola bakat eksplosifnya dan insting untuk mendorong batas setiap saat di lintasan, serta berusaha menghemat energi untuk balapan. Hal ini mungkin juga menjadi pertimbangan Marquez dalam mengambil keputusan di akhir kariernya.