Marc Marquez Akui Belum Temukan Performa Optimal Ducati GP26 di MotoGP Thailand 2026

Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, menyatakan bahwa ia masih berjuang untuk menemukan ritme terbaiknya bersama motor Ducati GP26. Pengakuan ini datang setelah sesi latihan hari pertama MotoGP Thailand 2026 yang digelar di Sirkuit Buriram, Jumat (27/2).

Meskipun berhasil mengamankan posisi kedua pada sesi latihan tersebut, pembalap Ducati Lenovo Team ini merasa gaya balapnya belum berjalan secara otomatis. Ia mengakui masih membutuhkan penyesuaian lebih lanjut untuk memaksimalkan potensi motor.

Baca Juga: Alex Marquez Disebut Rival Terkuat Marc Marquez di MotoGP 2026, Bukan Bagnaia

Gaya Balap Belum “Otomatis”

Marquez mengungkapkan bahwa ia masih dalam proses adaptasi dengan karakter terbaru motor Ducati. Ia menilai peningkatan performa dan penemuan ritme terbaik di atas lintasan menjadi fokus utamanya saat ini.

“Saya perlu meningkatkan diri. Saya harus terus bekerja pada gaya balap saya. Saat ini saya belum berkendara secara otomatis,” ujar Marquez.

Perlu dicatat, meski finis di posisi kedua, pembalap asal Spanyol berusia 33 tahun itu tertinggal lebih dari empat persepuluh detik dari Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing, yang menjadi pembalap tercepat pada sesi latihan hari pertama.

Marquez mengakui bahwa performa Aprilia, khususnya yang ditunjukkan oleh Bezzecchi, tampak superior di Sirkuit Buriram.

“Untuk saat ini, Aprilia dan Marco terlihat sangat cepat di sini,” katanya.

Pada awal akhir pekan balapan, Marquez juga mengungkapkan keputusannya untuk menggunakan paket aerodinamika Ducati spesifikasi 2024. Keputusan ini diambil untuk mengurangi beban fisik pada bahu kanannya yang sempat mengalami cedera serius.

Penggunaan paket aero lama dilaporkan membuat motor lebih nyaman dikendarai, namun hal ini memerlukan adaptasi lebih lanjut terhadap gaya balapnya di lintasan.

Ia menilai kombinasi karakter ban dan kondisi sirkuit turut memengaruhi performanya sejauh ini.

Ducati Nyaris Gagal Loloskan Dua Pembalap ke Q2

Marquez juga mengakui bahwa tim Ducati sempat menghadapi situasi sulit pada sesi latihan sore hari yang diwarnai ancaman hujan. Ia sempat berada di luar posisi 10 besar, yang merupakan batas aman untuk lolos langsung ke sesi kualifikasi kedua (Q2).

Strategi awal dengan menggunakan ban belakang medium ternyata cukup berisiko. Namun, setelah mengganti ban dan melakukan upaya terakhir, Marquez berhasil memperbaiki catatan waktunya dan mengamankan tiket ke Q2.

“Kami mengambil risiko di awal dengan ban medium. Kemudian kami bisa melakukan time attack dengan baik di akhir. Kami cukup beruntung,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tim Ducati beruntung kondisi hujan tidak semakin deras, yang berpotensi menggagalkan upaya perbaikan waktu mereka.

Sementara itu, rekan setimnya, Francesco Bagnaia, justru tidak berhasil menembus Q2 setelah hanya menempati posisi ke-15 pada sesi latihan tersebut.

Baca Juga: Gagal Tembus Q2, Bagnaia Ungkap Kendala Setup dan Kondisi Trek MotoGP Thailand

Meskipun menghadapi sejumlah kendala pada hari pertama, Marquez tetap optimistis terhadap potensi peningkatan performa pada sesi berikutnya. Ia menegaskan fokus utama tim saat ini adalah menyempurnakan setelan motor dan gaya balap untuk mengejar ketertinggalan kecepatan dari Aprilia.

MotoGP Thailand 2026 menjadi seri pembuka musim yang menjanjikan persaingan ketat, dengan performa kuat Aprilia dan persaingan sengit di antara para kandidat juara sejak hari pertama.