Keunggulan Data dan Tim Satelit Jadi Senjata Rahasia Ducati Dominasi MotoGP 2026

Dominasi Ducati Corse di ajang MotoGP pada musim 2026 tidak hanya ditentukan oleh performa motor di lintasan, tetapi juga oleh kekuatan struktur tim di balik layar. Kehadiran tim satelit dengan jumlah motor lebih banyak di grid dinilai menjadi “senjata rahasia” Ducati yang sulit disaingi rival, terutama Aprilia Racing.

Hasil tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Chang, Thailand, menunjukkan Aprilia semakin mendekati performa Ducati secara teknis. Namun, keunggulan Ducati masih terlihat jelas dalam aspek pengumpulan data dan kecepatan pengembangan motor sepanjang akhir pekan balapan.

Motor Aprilia RS-GP menunjukkan peningkatan signifikan selama tes pramusim di Buriram dan mampu mendekati catatan waktu Ducati GP26. Performa tersebut menjadi sinyal bahwa Aprilia berpotensi menjadi penantang serius dalam perebutan gelar musim 2026. Namun, faktor non-teknis seperti struktur tim, sumber daya, serta kemampuan pengembangan sepanjang musim dinilai masih menjadi pembeda utama antara kedua pabrikan asal Italia tersebut.

Enam Motor di Grid Jadi Keunggulan Utama Ducati

Menurut mantan direktur teknis MotoGP, Giulio Bernardelle, keunggulan utama Ducati terletak pada jumlah motor yang mereka turunkan di lintasan melalui tim pabrikan dan dua tim satelit. Total enam motor di grid memberikan Ducati kemampuan mengumpulkan data teknis jauh lebih banyak dibanding pabrikan lain, termasuk Aprilia yang memiliki jumlah motor lebih sedikit.

“Aprilia sangat dekat secara teknis, tetapi Ducati masih memiliki dua keunggulan yang lebih halus dibanding musim lalu,” kata Bernardelle.

“Keunggulan itu terletak pada jumlah data yang tersedia dan kecepatan tim menemukan setelan yang tepat. Ini adalah keuntungan yang benar-benar tak ternilai selama akhir pekan balapan.” tambahnya

Volume data yang besar memungkinkan Ducati menganalisis performa ban, karakter lintasan, hingga respons mesin dalam berbagai kondisi balapan secara lebih cepat. Hal tersebut membantu tim menentukan strategi dan setelan motor secara lebih efisien.

Rideability Mesin Ducati Bantu Pengelolaan Ban

Selain keunggulan data, Ducati juga dinilai masih unggul dari sisi karakter mesin. Bernardelle menyebut mesin Ducati memiliki tingkat rideability atau kemudahan pengendalian yang lebih baik. Karakter tersebut memungkinkan pembalap mengelola ban belakang secara lebih optimal, terutama dalam balapan jarak panjang yang menuntut konsistensi performa.

Keunggulan pengelolaan ban menjadi faktor krusial dalam MotoGP modern, di mana degradasi ban sering menentukan hasil akhir balapan. Meski demikian, Bernardelle menilai selisih performa teknis antara Ducati dan Aprilia kini lebih kecil dibanding musim 2025, menandakan persaingan yang semakin ketat di papan atas.

Marc Marquez Tetap Favorit Meski Sempat Terjatuh di Tes

Sorotan juga tertuju pada pembalap Ducati, Marc Marquez, yang kembali difavoritkan sebagai kandidat juara dunia musim 2026. Meski demikian, pembalap Spanyol itu mengalami tiga kali kecelakaan selama dua hari tes pramusim di Buriram. Insiden tersebut diketahui berkaitan dengan kondisi fisiknya yang kurang fit saat menjalani pengujian.

Pengamat MotoGP Peter Bom menilai kondisi tersebut membuat Marquez terlihat lebih rentan menjelang musim baru, terutama mengingat riwayat cedera yang pernah dialaminya. Sebaliknya, mantan pembalap sekaligus test rider Honda, Stefan Bradl, menilai situasi tersebut sebagai hal biasa. “Dia selalu mencari batas kemampuan. Itu karakter Marquez,” kata Bradl.

Menjelang seri pembuka musim di Thailand, peta persaingan MotoGP diprediksi semakin kompetitif. Aprilia menunjukkan peningkatan performa signifikan, namun Ducati masih memegang keunggulan melalui kekuatan struktur tim dan kapasitas pengembangan teknis. Dengan kombinasi teknologi, data melimpah, serta kualitas pembalap, Ducati diperkirakan tetap menjadi tolok ukur utama bagi para rival pada musim MotoGP 2026.