Alvaro Bautista Nilai Marquez Beruntung Selalu Punya Motor dan Tim Terbaik Sepanjang Kariernya

Pembalap World Superbike, Alvaro Bautista, menilai Marc Marquez sebagai salah satu talenta terbesar dalam sejarah balap motor. Namun, Bautista juga menyebut ada faktor “keberuntungan” yang menyertai perjalanan karier Marquez di MotoGP karena selalu berada di tim kuat dengan motor kompetitif.

Pernyataan tersebut disampaikan Bautista saat tampil di podcast Fast and Curious, ketika membahas perjalanan panjang Marquez sejak debut di kelas premier.

Juan Martinez: Marc Marquez Tunjukkan ‘DNA Juara’ di Tengah Musim MotoGP 2026 yang Menantang

Sejak Debut, Selalu Bersama Tim Pabrikan Kuat

Marquez memulai debut MotoGP pada 2013 bersama tim pabrikan Repsol Honda Team usai menjuarai Moto2. Saat itu, Honda tengah berada di puncak performa setelah meraih gelar tim berkat kontribusi Dani Pedrosa dan Casey Stoner.

Lebih dari satu dekade kemudian, ketika meninggalkan Honda, Marquez tidak memulai dari bawah. Ia langsung mendapat motor Ducati spesifikasi tahun sebelumnya di Gresini Racing. Performa impresifnya di tim satelit itu membuatnya promosi ke tim pabrikan Ducati Lenovo Team, tempat ia kembali meraih gelar juara dunia kelas premier.

Menurut Bautista, konsistensi Marquez berada di lingkungan teknis terbaik menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesannya.

“Dia pembalap yang fantastis dengan talenta luar biasa. Tapi sebagian dia juga beruntung karena selalu punya tim bagus, motor bagus, dan dukungan yang bagus,” kata Bautista.

Tidak Mengurangi Talenta Besar Marquez

Meski menyinggung faktor keberuntungan, Bautista menegaskan hal itu sama sekali tidak mengurangi kualitas Marquez sebagai pembalap.

Ia menyoroti bagaimana Marquez mampu bangkit dari masa-masa sulit akibat cedera panjang. Marquez diketahui menjalani empat kali operasi lengan sejak kecelakaan parah pada 2020 sebelum akhirnya kembali kompetitif.

Bautista bahkan menyamakan ketangguhan mental Marquez dengan idolanya, Mick Doohan, yang juga pernah bangkit dari cedera serius dan tetap mendominasi kejuaraan dunia.

“Dia melewati masa sulit dan bangkit. Mirip seperti Doohan. Di titik tertentu pembalap bisa saja menyerah, tapi dia memilih membuktikan bahwa dia bisa menang lagi,” ujarnya.

Musim 2026 Dinilai Tak Akan Mudah

Bautista juga menilai MotoGP 2026 tidak akan menjadi perjalanan mudah bagi Marquez. Setelah tiga seri awal, Marquez berada di posisi kelima klasemen dan tertinggal 36 poin dari pimpinan klasemen, Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing.

Selain persaingan yang semakin ketat, kondisi fisik Marquez disebut belum sepenuhnya pulih setelah operasi bahu pada akhir musim lalu menyusul kecelakaan di Indonesia.

Marc Marquez: Motor Ducati Penting, Kondisi Fisik Saya Juga

“Musim ini terlihat lebih menarik. Aprilia meningkat pesat sejak tes pramusim. Sementara para pembalap Ducati terlihat sedikit lebih kesulitan,” ucap Bautista.

“Saya rasa musim ini tidak akan mudah bagi Marc, dan saya melihat dia belum 100 persen secara fisik.”