3 Pembalap Honda Team Asia Tembus MotoGP, Veda Ega Pratama Berikutnya?
Perjalanan karier gemilang para pembalap jebolan Honda Team Asia di kancah internasional membuka harapan baru bagi talenta muda Indonesia. Tiga nama besar telah berhasil menapaki tangga tertinggi balap motor dunia, MotoGP, setelah menimba ilmu di tim tersebut.
Pertanyaannya kini, mampukah Veda Ega Pratama menjadi penerus kesuksesan mereka?
Veda Ega Pratama, pembalap muda kebanggaan Indonesia, saat ini tengah berjuang di Moto3 2026 bersama Honda Team Asia. Penampilannya yang menjanjikan, termasuk raihan podium di Moto3 Brasil 2026, menunjukkan potensi besar yang dimiliki.
Kesuksesan Veda tidak hanya menjadi sorotan di Indonesia, tetapi juga menarik perhatian dunia balap motor internasional. Jika konsistensinya terjaga, bukan tidak mungkin Veda akan mengikuti jejak para seniornya yang lebih dulu merasakan atmosfer kompetisi MotoGP.
Tiga Pembalap Honda Team Asia yang Telah Menembus MotoGP
Honda Team Asia telah lama dikenal sebagai wadah pembinaan pembalap berbakat, khususnya dari kawasan Asia, untuk bersaing di berbagai kelas balap motor dunia. Sejumlah nama telah terbukti berhasil menorehkan prestasi dan bahkan mendapatkan tiket promosi ke kelas utama, MotoGP. Berikut adalah tiga pembalap jebolan Honda Team Asia yang telah merasakan persaingan di MotoGP:
1. Takaaki Nakagami

Pembalap asal Jepang ini menjadi salah satu contoh nyata kesuksesan jebolan Honda Team Asia. Setelah tiga tahun berkompetisi di Moto2, Takaaki Nakagami bergabung dengan Honda Team Asia di kelas yang sama pada tahun 2014.
Meskipun musim pertamanya tidak terlalu gemilang, ia terus beradaptasi dan menunjukkan peningkatan signifikan. Puncaknya, pada Moto2 2017, Nakagami berhasil finis di posisi ketujuh klasemen akhir. Prestasi ini membuka pintu baginya untuk promosi ke MotoGP bersama LCR Honda, di mana ia bertahan hingga akhir musim 2024.
2. Somkiat Chantra

Pembalap asal Thailand, Somkiat Chantra, merupakan jebolan Honda Team Asia lainnya yang berhasil menembus MotoGP. Chantra telah menjadi bagian dari Honda Team Asia sejak tahun 2019 di kelas Moto2.
Selama periode 2019-2024, ia menunjukkan performa konsisten dengan meraih dua kemenangan, enam podium, dan dua pole position. Keberhasilannya di Moto2 mengantarkannya promosi ke MotoGP pada tahun 2025, menggantikan Takaaki Nakagami di tim LCR Honda.
3. Ai Ogura

Ai Ogura juga menjadi nama penting dalam daftar pembalap jebolan Honda Team Asia yang sukses menembus MotoGP. Perjalanan Ogura bersama Honda Team Asia dimulai sejak kelas Moto3 pada tahun 2019.
Ia menjadi salah satu pembalap terbaik Honda Team Asia di kelas Moto3, bahkan finis di posisi ketiga klasemen pada musim 2020 dengan tujuh podium. Pindah ke Moto2 bersama Honda Team Asia pada 2021, Ogura meraih prestasi gemilang sebagai runner-up pada 2022 dengan tiga kemenangan dan tujuh podium.
Pada musim 2024, Ogura hijrah ke tim MT Helmets – MSi dan berhasil menjuarai dunia Moto2. Kesuksesan ini membawanya ke MotoGP pada tahun 2025, dan bahkan dikabarkan akan pindah ke tim pabrikan Yamaha jelang musim 2027.
Potensi Veda Ega Pratama Menyusul
Perjalanan Veda Ega Pratama di Moto3 2026 menunjukkan grafik peningkatan yang positif. Setelah finis kelima di Moto3 Thailand 2026, Veda mampu naik podium di Moto3 Brasil 2026. Meskipun sempat mengalami kendala di Moto3 Amerika 2026, ia masih kokoh berada di posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan 27 poin.
Performa konsisten dan bakat yang ditunjukkan Veda Ega Pratama tidak luput dari pantauan tim-tim papan atas. Ada spekulasi bahwa ia berpotensi diboyong tim besar di Moto3 pada tahun 2027, atau bahkan langsung promosi ke Moto2 di tahun yang sama.
Jika rekam jejaknya terus menanjak, tidak menutup kemungkinan Veda akan mengikuti jejak para seniornya, Takaaki Nakagami, Somkiat Chantra, dan Ai Ogura, untuk berkompetisi di kelas tertinggi MotoGP di masa depan.
Keberhasilan para pembalap sebelumnya yang berasal dari Honda Team Asia memberikan gambaran nyata tentang jalur karier yang mungkin ditempuh oleh Veda Ega Pratama. Dengan dukungan tim, kerja keras, dan konsistensi performa, mimpi Veda untuk berlaga di MotoGP bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan sebuah target yang realistis untuk dikejar.