Carolina Marin Umumkan Pensiun dari Badminton Akibat Cedera Lutut Berkepanjangan

Carolina Marin, salah satu pebulu tangkis tunggal putri terhebat sepanjang masa, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia bulu tangkis profesional pada Kamis (27/3/2026). Keputusan ini diambil setelah perjuangan panjang melawan cedera lutut yang berulang kali menghantuinya, membuatnya tidak dapat melanjutkan karier kompetitifnya.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui media sosial, Marin yang kini berusia 32 tahun menyatakan bahwa “perjalanan saya di bulu tangkis profesional telah berakhir.” Keputusan ini diambil karena ia tidak dapat sepenuhnya pulih dari cedera lutut serius ketiga yang dialaminya.

Cedera tersebut pertama kali ia alami pada tahun 2019, dan terus berlanjut hingga cedera terbaru saat Olimpiade Paris 2024. Meskipun sempat berupaya keras untuk kembali berkompetisi, rasa sakit yang terus-menerus membuatnya harus memprioritaskan kesehatan jangka panjangnya.

Perjuangan Melawan Cedera

Perjalanan karier Carolina Marin diwarnai oleh prestasi gemilang sekaligus perjuangan gigih melawan cedera. Ia mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) serius pada lutut kanannya untuk kedua kalinya saat semifinal Olimpiade Paris 2024.

Insiden tragis tersebut terjadi saat ia sedang memimpin pertandingan, namun terpaksa mengakhiri perjuangannya di lapangan akibat rasa sakit yang luar biasa. Meskipun sempat mencoba melanjutkan dengan penyangga lutut, ia hanya mampu bertahan dua poin sebelum akhirnya menyerah. Cedera ini membuatnya tidak dapat tampil dalam pertandingan perebutan medali perunggu.

Sebelumnya, Marin juga pernah mengalami cedera ACL pada lutut kanannya pada tahun 2019. Setelah berhasil pulih, ia kembali mengalami ruptur pada ACL lutut kirinya pada Mei 2021, hanya dua bulan sebelum Olimpiade Tokyo 2020. Ketiga cedera lutut mayor ini menjadi pukulan berat bagi karier gemilangnya.

“Jujur saja, saya memang pensiun di lapangan – di Paris tahun 2024 – hanya saja saat itu kami belum menyadarinya,” ujar Marin dalam video perpisahannya, dilansir dari Olympics.com.

Ia menambahkan bahwa keinginannya untuk bertanding sekali lagi di kampung halamannya, Huelva, Spanyol, dalam Kejuaraan Eropa bulan depan, harus dikubur dalam-dalam demi menghindari risiko cedera lebih lanjut.

Warisan Sang Juara

Carolina Marin meninggalkan dunia bulu tangkis sebagai salah satu pemain tunggal putri terbaik yang pernah ada. Ia adalah satu-satunya pemain wanita non-Asia yang berhasil meraih medali emas Olimpiade di nomor tunggal putri, yang diraihnya pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Prestasinya tidak berhenti di situ; ia juga menjadi pemain wanita pertama yang memenangkan tiga gelar Kejuaraan Dunia secara beruntun, yaitu pada tahun 2014, 2015, dan 2018.

Selain itu, Marin memegang rekor sebagai pemain yang paling lama menduduki peringkat satu dunia selama total 66 minggu. Ia juga telah delapan kali menjuarai Kejuaraan Eropa, sebuah dominasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di kancah benua biru. Catatan gemilang ini menjadikan Marin sebagai ikon bulu tangkis Spanyol dan inspirasi bagi generasi muda di seluruh dunia.

Reaksi dan Harapan

Federasi Bulu Tangkis Spanyol (FESBA) turut memberikan pernyataan atas pensiunnya Marin.

“Marin telah menikmati karier yang unik, ditandai dengan kesuksesan, ambisi, dan tekad untuk unggul yang telah menginspirasi seluruh generasi,” demikian pernyataan FESBA.

Meskipun tidak dapat mengakhiri kariernya di lapangan hijau seperti yang ia impikan, Marin menyatakan rasa bangga atas pencapaiannya.

“Saya pergi dengan penuh semangat, merasa sangat bangga atas semua yang telah saya capai – lebih dari sekadar gelar, karena telah mendapatkan rasa hormat dari dunia olahraga baik di dalam maupun di luar lapangan, dan karena membantu bulu tangkis diakui, dilihat, dan dimainkan di seluruh dunia,” ujarnya.

Marin dijadwalkan akan tetap hadir di Kejuaraan Eropa 2026 yang akan diselenggarakan di kota kelahirannya, Huelva. Kehadirannya di sana bukan sebagai kompetitor, melainkan untuk menutup satu lingkaran perjalanan panjangnya di dunia bulu tangkis dan memberikan apresiasi kepada para penggemar yang telah memberikan energi luar biasa selama kariernya.