Detak Media — Persaingan dua pembalap Asia Tenggara menjadi sorotan pada hari pertama rangkaian Moto3 Spanyol 2026 di Circuito de Jerez – Ángel Nieto, Jumat (24/4/2026). Veda Ega Pratama dan Hakim Danish finis berurutan pada sesi practice dengan selisih waktu yang nyaris tak terlihat di papan waktu.
Veda menutup sesi di posisi ke-16 dengan catatan 1 menit 44,860 detik. Danish tepat di belakangnya di posisi ke-17 dengan waktu 1 menit 44,887 detik. Selisih 0,027 detik ini menegaskan betapa ketatnya persaingan di kelas Moto3, sekaligus memanaskan duel Indonesia vs Malaysia di Jerez.
Hasil tersebut membuat keduanya harus memulai kualifikasi dari sesi Q1, karena hanya 14 pembalap tercepat yang berhak langsung melaju ke Q2.
Awal Kuat Veda, Persaingan Memadat di Akhir Sesi
Veda sejatinya memulai practice dengan sangat menjanjikan. Saat sesi masih menyisakan sekitar 28 menit, ia sempat menembus lima besar dengan waktu 1 menit 45,315 detik, mendekati catatan tercepat milik Maximo Quiles.
Namun, peningkatan waktu dari para rival di paruh akhir sesi membuat posisinya perlahan turun. Dari sempat berada di peringkat ke-12, Veda akhirnya mengakhiri sesi di posisi ke-16.
Meski turun posisi, Veda menunjukkan progres signifikan. Ia memangkas waktu hampir dua detik dibanding FP1 yang mencatat 1 menit 46,808 detik.
Selisih Waktu Antarpembalap Sangat Rapat
Karakter khas Moto3 kembali terlihat di Jerez. Hampir seluruh pembalap dari posisi pertama hingga ke-18 mencatat waktu di kisaran 1 menit 44 detik. Artinya, balapan berpotensi berlangsung dalam satu rombongan besar.
Quiles menjadi yang tercepat dengan 1:44.078, sementara batas aman Q2 ditutup di posisi ke-14 dengan 1:44.733. Veda hanya terpaut 0,127 detik dari ambang tersebut.
Finis berurutan Veda dan Danish memicu reaksi luas di media sosial, khususnya dari fans Malaysia yang memberikan dukungan besar kepada Danish, namun juga mengakui konsistensi Veda yang kerap berada sedikit di depan dalam beberapa sesi.
Danish datang dengan modal pengalaman lebih banyak di Jerez, tercatat sudah 16 kali tampil di sirkuit ini di berbagai ajang junior dengan koleksi empat podium.
Sebaliknya, Veda baru enam kali mengaspal di Jerez melalui ajang junior dengan satu podium. Namun, pembalap 17 tahun asal Gunungkidul itu menunjukkan adaptasi cepat di level Grand Prix musim ini.
Tantangan Q1 Jadi Penentuan
Keduanya dipastikan harus melalui sesi Q1 pada Sabtu (25/4). Mereka wajib finis empat besar untuk merebut tiket ke Q2 dan memperbaiki posisi start.
Faktor seperti traffic, bendera kuning, dan strategi slipstream diprediksi akan sangat menentukan hasil akhir kualifikasi, mengingat rapatnya catatan waktu seluruh pembalap.
Balapan utama Moto3 Spanyol 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (26/4) waktu setempat di Jerez.
Ikuti Detak Media
