Detak Media — Kapten Arsenal, Martin Odegaard, menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah dalam perburuan gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026. Meskipun baru saja mengalami kekalahan 2-1 dari Manchester City di Etihad Stadium pada Minggu (19/4/2026), yang berpotensi menggusur mereka dari puncak klasemen, Ødegaard menyatakan bahwa “semua masih bisa terjadi” dan Arsenal akan terus berjuang hingga akhir musim.
Pernyataan ini disampaikan menyusul hasil yang memperkecil jarak poin antara Arsenal dan Manchester City menjadi hanya tiga poin, dengan City masih memiliki satu pertandingan tunda.
Kekalahan tersebut memang menjadi pukulan telak bagi Arsenal, yang sebelumnya memimpin klasemen dengan cukup nyaman. Namun, Ødegaard menolak untuk terpuruk. Ia menekankan bahwa timnya telah menunjukkan performa yang kuat dalam pertandingan tersebut dan harus mengambil sisi positifnya.
“Kami harus terus maju,” ujar Ødegaard. “Ini selalu akan berjalan hingga akhir, jadi kami harus terus maju, terus bekerja keras dan tetap bersatu. Kami hanya menatap pertandingan berikutnya sekarang dan bangkit kembali. Kami menciptakan beberapa peluang besar, jadi ada beberapa hal positif yang bisa diambil. Memang membuat frustrasi saat ini, tetapi kami akan menganalisisnya, melanjutkan ke pertandingan berikutnya, dan semuanya masih bisa terjadi.”
Perjuangan Tanpa Henti di Papan Atas
Kini, Arsenal berada di puncak klasemen dengan 70 poin dari 33 pertandingan, namun Manchester City membuntuti ketat dengan 67 poin dari 32 pertandingan. Kemenangan City atas Arsenal semakin memanaskan persaingan gelar juara, yang diprediksi akan berlangsung hingga pekan terakhir. Situasi ini memaksa kedua tim untuk tidak boleh terpeleset di sisa lima pertandingan musim ini.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, juga mengakui kekecewaan atas hasil pertandingan namun tetap memuji penampilan anak asuhnya. Ia menyatakan keyakinannya bahwa timnya mampu bersaing hingga akhir. “Saya percaya hari ini, saya percaya Rabu lalu, seminggu yang lalu, karena saya melihat mereka setiap hari dan saya tahu level yang kami miliki,” kata Arteta. “Tetapi hari ini, jika mereka perlu lebih yakin, saya pikir mereka sekarang lebih yakin. Mereka membicarakannya di ruang ganti. Ini liga baru sekarang. Mereka memiliki satu pertandingan tersisa. Kami memiliki keuntungan tiga poin dan lima pertandingan tersisa. Jadi semuanya masih bisa diperjuangkan. Jadi kami tahu betapa kami menginginkannya dan kami tidak akan berhenti dan kami akan terus berjuang lagi, itu pasti.”
Analisis Pertandingan dan Strategi
Pertandingan antara Manchester City dan Arsenal di Etihad Stadium berlangsung sengit. Rayan Cherki membawa City unggul lebih dulu pada menit ke-16, namun Arsenal berhasil menyamakan kedudukan melalui Kai Havertz setelah memanfaatkan kesalahan Gianluigi Donnarumma. Puncaknya, Erling Haaland mencetak gol kemenangan bagi City pada menit ke-65. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi ambisi Arsenal meraih gelar liga pertama mereka sejak 2004.
Meskipun kalah, Arsenal dinilai menampilkan performa yang solid, bahkan beberapa komentator menyebut mereka kurang beruntung tidak mendapatkan hasil yang lebih baik. Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal memang seringkali berada di posisi terdepan dalam perburuan gelar namun selalu gagal di menit-menit akhir.
Pengalaman pahit ini, menurut Ødegaard, justru menjadi motivasi tambahan bagi tim. “Tentu saja itu adalah faktor,” katanya merujuk pada tiga kali finis sebagai runner-up dalam tiga musim terakhir. “Tetapi itu juga bisa menjadi faktor yang baik. Kami tidak cukup baik [melawan Manchester United], dan kami harus belajar dari itu.”
Peluang Juara dan Sisa Laga
Dengan sisa lima pertandingan, Arsenal masih memiliki peluang untuk meraih gelar juara. Namun, mereka harus segera bangkit dan memenangkan pertandingan selanjutnya. Manchester City, dengan satu pertandingan di tangan, berpotensi memimpin klasemen jika berhasil mengalahkan Burnley pada Rabu mendatang. Situasi ini membuat persaingan semakin ketat dan setiap poin menjadi sangat krusial.
Arsenal dijadwalkan akan menjamu Newcastle United di Emirates Stadium pada Sabtu, 25 April 2026. Kemenangan dalam laga ini akan menjadi krusial untuk menjaga asa mereka dalam perburuan gelar juara. Pertarungan menuju tahta juara Liga Primer Inggris musim ini dipastikan akan menyajikan drama hingga akhir.
Ikuti Detak Media
