Detak Media — Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, menjelaskan secara rinci penyebab start buruk yang dialaminya pada Sprint Race di Circuito de Jerez-Ángel Nieto. Memulai balapan dari posisi keempat hasil kualifikasi, Bezzecchi justru tercecer hingga posisi ke-17 hanya dalam hitungan meter selepas lampu start padam.
Tayangan ulang televisi memperlihatkan motornya melindas plastik pelindung visor (tear-off) yang terlepas di lintasan. Insiden serupa pernah dialami Marc Marquez di Phillip Island pada 2024, ketika benda kecil tersebut tersedot ke area motor dan mengganggu performa saat start.
Tear-off Tersangkut di Fairing Depan
Bezzecchi menduga tear-off itu berasal dari motor Alex Marquez yang berada di depannya di grid. Namun Alex membantah tudingan tersebut saat diwawancarai MotoGP.com, menyatakan bahwa ia melepas tear-off di tikungan terakhir sebelum masuk grid sehingga hampir pasti bukan miliknya.
Menurut Bezzecchi, plastik tipis itu sempat tersangkut di fairing depan motornya tanpa ia sadari. Ketika motor berhenti di grid, benda tersebut terlepas dan jatuh tepat di bawah motor.
“Ini jelas bukan cara terbaik untuk memulai balapan. Saya tidak melihat tear-off itu. Tersangkut di fairing depan, lalu saat berhenti di grid, benda itu jatuh dan berada di bawah motor,” ujar Bezzecchi.
Kondisi tersebut membuat traksi awal motor terganggu saat akselerasi pertama. Dalam MotoGP modern, momen start sangat krusial karena perangkat holeshot, kontrol traksi, dan kopling bekerja sangat presisi. Gangguan sekecil apa pun di roda depan atau bawah motor bisa merusak seluruh momentum awal.
Kondisi Cuaca Bikin Prediksi Hasil Sulit
Sprint di Jerez berlangsung dalam kondisi lintasan yang berubah cepat. Balapan dimulai dalam kondisi kering, namun hujan turun di pertengahan lomba ketika sebagian besar pebalap masih menggunakan ban slick.
Bezzecchi mengakui sulit memprediksi hasil yang bisa ia raih tanpa insiden start tersebut.
“Di kondisi kering, mungkin saya bisa bertahan di lima atau enam besar. Tapi ketika hujan datang saat masih pakai slick, itu jadi momen bertahan hidup,” katanya.
Situasi makin kompleks ketika pebalap harus masuk pit untuk mengganti motor dengan setelan basah. Proses keluar-masuk pit di Sprint Race yang singkat sangat berisiko terhadap posisi.
Daftar Rival yang Harus Diwaspadai
Untuk balapan utama hari Minggu, Bezzecchi menyadari persaingan akan tetap ketat. Ia menyebut beberapa nama yang dinilai memiliki kecepatan lebih baik sepanjang akhir pekan di Jerez.
Selain duo Marquez, ia juga menyoroti performa Fabio Di Giannantonio, rekan setimnya Jorge Martin yang start dari posisi ke-10, serta peningkatan performa motor Honda yang dikendarai Johann Zarco.
“Banyak pebalap yang cepat di sini. Target saya hanya satu, menjalani balapan dengan baik,” ujarnya.
Penyebab Kecelakaan di Sprint
Tak hanya start buruk, Bezzecchi juga mengalami kecelakaan saat Sprint berlangsung. Ia menjelaskan insiden tersebut berkaitan dengan suhu ban depan pada motor keduanya.
“Saya masuk dengan motor kedua dan ban depan mungkin masih terlalu dingin. Di tikungan dua, saat saya mulai merebahkan motor, grip depan hilang,” jelasnya.
Beruntung, ia tidak mengalami cedera serius akibat kecelakaan tersebut.
Insiden beruntun di Sprint Jerez membuat Bezzecchi kehilangan peluang besar mengamankan poin penting, padahal kecepatan dasarnya sepanjang akhir pekan tergolong kompetitif. Balapan utama pun menjadi kesempatan penebusan bagi pebalap Italia itu di Jerez.
Ikuti Detak Media
