Detak Media — Persiapan Timnas Tunisia menuju Piala Dunia 2026 mendadak diwarnai polemik internal yang cukup mengejutkan. Pemain muda Louey Ben Farhat dikabarkan menolak panggilan untuk memperkuat negaranya di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Keputusan tersebut membuat pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi, merasa kecewa dan terkejut. Situasi semakin menjadi sorotan karena penolakan terjadi hanya beberapa saat sebelum pengumuman resmi skuad Piala Dunia 2026 dilakukan.
Kondisi ini menambah tekanan bagi Tunisia yang sebenarnya tengah fokus mempersiapkan diri menghadapi persaingan berat di fase grup. Publik sepak bola Tunisia pun mulai mempertanyakan kondisi internal tim nasional menjelang turnamen penting tersebut.
Penolakan Louey Ben Farhat langsung memunculkan banyak perdebatan di media lokal maupun media sosial. Banyak pihak menilai polemik ini bisa mengganggu konsentrasi skuad dalam persiapan menuju Piala Dunia.
Sabri Lamouchi Kecewa dengan Sikap Sang Pemain
Sabri Lamouchi mengungkapkan bahwa keputusan penolakan tersebut disampaikan langsung oleh ayah Louey Ben Farhat melalui sambungan telepon.
Pelatih berusia 54 tahun itu mengaku cukup terkejut karena sebelumnya nama sang pemain sudah masuk dalam rencana skuad Tunisia untuk Piala Dunia 2026.
“Saya menerima telepon dari ayah Louey Ben Farhat pagi ini. Dia mengatakan terlalu cepat untuk memanggilnya dan menolak,” ujar Lamouchi seperti dikutip media Afrika.
Mantan pelatih Timnas Pantai Gading tersebut juga menjelaskan bahwa dirinya sempat mencoba menghubungi langsung Louey Ben Farhat untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Namun upaya itu tidak mendapatkan respons.
Lamouchi bahkan secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap cara komunikasi pihak pemain yang dinilai kurang menghormati tim nasional.
“Saya menelepon Louey, tetapi dia tidak menjawab. Saya menelepon ayahnya lagi dan juga tidak dijawab. Itu bentuk tidak hormat. Masalah ini selesai,” tegas Lamouchi.
Polemik Internal Picu Kritik dari Publik Tunisia
Pernyataan terbuka dari Sabri Lamouchi langsung memicu reaksi luas di Tunisia. Banyak pendukung sepak bola mempertanyakan bagaimana situasi internal tim nasional bisa berkembang menjadi polemik besar menjelang turnamen penting seperti Piala Dunia.
Sejumlah media lokal menilai komunikasi antara federasi, pelatih, dan pemain muda masih belum berjalan maksimal. Polemik ini dianggap memperlihatkan adanya ketidakharmonisan dalam proses pembangunan skuad Tunisia.
Kritik juga mengarah kepada manajemen tim nasional yang dinilai belum mampu menciptakan suasana kondusif untuk menjaga fokus para pemain.
Apalagi Tunisia akan menghadapi tantangan berat di fase grup Piala Dunia 2026. Tim berjuluk El Khadra tersebut tergabung bersama Jepang, Belanda, dan Swedia yang dikenal memiliki kualitas sangat kompetitif.
Banyak pengamat menilai Tunisia membutuhkan kondisi internal yang stabil jika ingin bersaing menghadapi lawan-lawan berat tersebut.
Louey Ben Farhat Jadi Sorotan Besar
Nama Louey Ben Farhat sendiri langsung menjadi sorotan publik setelah keputusan kontroversial tersebut. Pemain muda itu sebenarnya dipandang sebagai salah satu talenta potensial yang bisa memperkuat masa depan sepak bola Tunisia.
Namun keputusan menolak panggilan tim nasional justru memunculkan tanda tanya besar mengenai komitmennya bersama El Khadra.
Sebagian pendukung memahami alasan sang pemain yang mungkin merasa belum siap tampil di level tertinggi. Namun tidak sedikit pula yang mengkritik cara penolakan tersebut karena dianggap kurang profesional.
Hingga kini, Louey Ben Farhat belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik yang berkembang.
Tunisia Hadapi Tantangan Berat di Piala Dunia 2026
Di tengah situasi yang memanas, Tunisia tetap harus melanjutkan persiapan menuju Piala Dunia 2026. Sabri Lamouchi kini dituntut mampu menjaga fokus tim dan mengembalikan stabilitas ruang ganti.
Tunisia akan menghadapi persaingan berat di grup yang dihuni Jepang, Belanda, dan Swedia. Ketiga negara tersebut memiliki pengalaman dan kualitas tinggi di level internasional.
Situasi internal seperti ini tentu menjadi tantangan tambahan bagi Tunisia. Namun di sisi lain, polemik tersebut juga bisa menjadi ujian mental bagi skuad sebelum tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.
Publik Tunisia kini berharap tim nasional mampu segera melupakan kontroversi tersebut dan kembali fokus mengejar hasil maksimal di Piala Dunia 2026.
Ikuti Detak Media
