Detak Media — Di tengah gegap gempita perayaan suporter Meksiko usai kemenangan atas Ekuador, sebuah kafe di Mexico City memilih menempati sudut berbeda: memberi tempat bagi pendukung tim yang kalah untuk melepas kecewa. Lokasi itu bernama Losers Cafe dan berada di kawasan Condesa.
Alih-alih menyingkirkan nuansa kekalahan, kafe ini menyambutnya. Setiap pagi pengelola memasang bendera-bendera kecil negara yang baru tersingkir atau kalah di turnamen, menyediakan tisu bertuliskan “keringkan air matamu”, serta memberi minuman gratis bagi pengunjung yang datang mengenakan jersey tim yang kalah.
Asal Usul dan Konsep
Losers Cafe merupakan gagasan dari Oatly, merek produk susu alternatif asal Swedia, yang merealisasikannya bersama Ian Infante, pemilik kedai kopi yang semula bernama Compay Cafe. Infante, 38 tahun asal Venezuela, mengatakan konsep itu dekat dengan pengalaman pribadinya sebagai imigran dan pelaku usaha yang memulai dari lapak jalanan di kawasan Roma hingga memiliki kedai tetap di Mexico City.
Infante menyebut tidak semua pelanggan langsung menerima nama dan konsep kafe pada awal peluncuran. “Orang-orang berkata, ‘Saya bukan pecundang.’ Namun setelah kami menjelaskan cara kerjanya, mereka mulai memahami dan menikmatinya, merasa sedikit lebih terhubung dengan kekalahan,” kata Infante.
Rasa Penghiburan Bagi Suporter
Salah satu pengunjung, Monse Aguilar, fotografer berusia 24 tahun yang mendukung Afrika Selatan, datang ke Losers Cafe setelah timnya kalah 0-1 dari Kanada pada Minggu (28/06/2026) dan tersingkir dari Piala Dunia. “Rasanya seperti pelukan untuk hati setelah kalah,” ujar Monse sambil menikmati minumannya.
Rocio de la Cuadra Diaz, market developer Oatly Mexico, mengatakan kampanye Losers Cafe sengaja diluncurkan di ibu kota Meksiko, dengan alasan pertumbuhan merek Oatly di Amerika Latin serta selera humor masyarakat Meksiko. Menurutnya, memilih Mexico City alih-alih kota-kota tuan rumah lain merupakan keputusan strategis perusahaan.
Siap Menjadi Tempat Pelipur Lara
Setelah Meksiko mencatat kemenangan di fase gugur untuk pertama kali dalam 40 tahun, suasana dukungan berubah menjadi lebih optimistis. Namun kafe itu tetap mempertahankan fungsinya: bila harapan suporter tak tercapai, Losers Cafe bakal tetap membuka pintu sebagai ruang bersama untuk menerima kekalahan dengan cara yang lebih ringan.
Ikuti Detak Media
