Detak.media — Bintang muda Spanyol Lamine Yamal menyatakan timnya tidak takut menghadapi Prancis pada laga semifinal Piala Dunia 2026. Menurut Yamal, La Roja datang ke pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengantungi dua kemenangan terakhir atas Les Bleus.
Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung di Dallas Stadium, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB. Kedua negara sama-sama belum pernah menelan kekalahan di turnamen sehingga duel diprediksi berlangsung ketat—pemenang akan melaju ke final untuk menghadapi juara antara Inggris dan Argentina.
Modal Berbeda Menuju Semifinal
Prancis berambisi mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut, sementara Spanyol datang dengan tren positif setelah menaklukkan Prancis pada dua pertemuan terakhir: 2-1 di semifinal UEFA Euro 2024 dan 5-4 di final UEFA Nations League 2025. Kepercayaan Spanyol kian bertambah usai menyingkirkan Belgia 2-1 di perempat final.
“Ada dua kemungkinan: mereka mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, atau kami mengalahkan mereka untuk ketiga kalinya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi kami sama sekali tidak takut,” kata Yamal.
Yamal menyampaikan rasa puasnya karena kembali membawa Spanyol ke semifinal, sesuatu yang menjadi target tim sejak awal turnamen. “Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Kami kembali ke semifinal. Itulah tujuan kami datang ke sini, memainkan pertandingan-pertandingan seperti ini dan memenanginya. Sekarang saatnya beristirahat dan mulai memikirkan laga melawan Prancis,” ujarnya.
Gol Bukan Prioritas
Meski sejauh ini baru mencetak satu gol di Piala Dunia 2026, Yamal menegaskan dia tidak terobsesi mengejar catatan individu. Bagi pemain sayap Barcelona itu, kemenangan tim jauh lebih penting daripada jumlah gol yang ia bukukan.
“Tentu saya ingin mencetak gol karena itu membantu tim, tetapi saya tidak turun ke lapangan hanya memikirkan hal itu. Jika saya menjuarai Piala Dunia, saya rasa tidak ada yang akan mengingat berapa banyak gol yang saya cetak atau yang saya lewatkan. Kalau kami menang, kami semua akan bahagia,”
Yamal juga menekankan kontribusinya tak selalu harus diukur dari gol atau assist. Ia menyebut pergerakannya kerap membuka ruang bagi rekan setim sehingga menciptakan peluang.
“Saya tahu pergerakan saya bisa menarik banyak pemain lawan dan membuat rekan setim berada dalam posisi tanpa kawalan. Yang terpenting, kami datang ke sini untuk menang, dan apa pun yang bisa saya lakukan untuk membantu—bahkan jika saya tidak menyentuh bola dalam sebuah serangan—itu tetap hal yang baik,”
Menutup pernyataannya, Yamal meminta publik tak terlalu mempermasalahkan jumlah gol yang ia cetak, mengingat di turnamen sebelumnya dia juga hanya mencetak satu gol saat membantu Spanyol juara EURO.
Ikuti Detak.media
