— Pertandingan lanjutan kompetisi Liga 2 yang mempertemukan Persiba Balikpapan melawan PSS Sleman di Stadion Batakan diwarnai oleh sebuah insiden teknis yang tidak biasa. Dalam laga tersebut, perhatian penonton teralihkan oleh tayangan di layar kaca saat wasit utama sedang melakukan prosedur peninjauan ulang melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR). Kejadian ini terjadi tepat ketika wasit tengah berdiri di pinggir lapangan untuk mengamati monitor peninjauan.

Sesuai dengan prosedur pertandingan yang menggunakan teknologi pendukung wasit, kamera siaran televisi biasanya akan menampilkan situasi di dalam ruang kontrol VAR untuk memperlihatkan transparansi proses analisis. Namun, pada saat transisi gambar dilakukan, layar televisi justru menunjukkan kondisi ruangan pusat data yang tampak gelap dan tidak berpenghuni. Tidak terlihat satu pun petugas atau wasit VAR yang duduk di depan deretan monitor kontrol tersebut.

Baca Juga: Hasil Persiba Balikpapan vs PSS Sleman 1-1: Gol Arsa Ahmad Selamatkan Tuan Rumah dari Kekalahan

Kondisi ini berlangsung selama beberapa detik saat wasit di lapangan sedang fokus mencermati kejadian yang terjadi di area permainan. Pemandangan kursi kosong dan monitor yang tidak aktif di ruang kontrol VAR tersebut memicu perhatian luas terkait integritas dan kesiapan teknis dalam implementasi teknologi bantuan wasit di kasta kedua kompetisi sepak bola Indonesia tersebut.

Kronologi Kesalahan Teknis Penyiaran di Stadion Batakan

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari jalannya pertandingan, momen tersebut bermula saat terjadi insiden di lapangan yang memerlukan bantuan visual dari wasit VAR. Wasit utama kemudian memutuskan untuk menghentikan permainan sejenak dan berlari menuju Referee Review Area (RRA) di sisi lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan keputusan yang diambil akurat sesuai dengan rekaman video yang tersedia.

Baca Juga: Prediksi Skor Persiba Balikpapan vs Kendal Tornado FC: Misi Laskar Badai Pantura di Stadion Batakan

Pada saat yang bersamaan, tim produksi siaran televisi mencoba memberikan gambaran suasana di balik layar dengan menampilkan visual VAR Room. Alih-alih mendapatkan gambar langsung dari aktivitas para petugas VAR yang sedang berdiskusi, pemirsa justru disuguhi rekaman ruangan yang benar-benar sepi tanpa ada aktivitas manusia. Hal ini kontras dengan situasi di pinggir lapangan di mana wasit sedang berinteraksi dengan petugas melalui perangkat komunikasi.

Kejadian ini diduga kuat merupakan kesalahan dalam pengambilan sumber video oleh operator penyiaran di lapangan. Transisi gambar yang seharusnya menuju kamera langsung dari ruang kontrol justru mengarah pada sumber video lain atau rekaman yang diambil sebelum pertandingan dimulai. Ketidaksinkronan ini menjadi catatan penting dalam koordinasi antara pihak penyiar dan penyelenggara pertandingan di Stadion Batakan.

Dugaan Penggunaan Footage Sebelum Pertandingan

Menurut akun x bernama GIBOLofficial, visual ruang VAR yang kosong tersebut merupakan footage atau potongan video yang diambil jauh sebelum pertandingan dimulai. Kesalahan teknis ini disinyalir terjadi karena adanya kesalahan input pada sistem switcher siaran televisi yang bertugas mengatur perpindahan gambar selama laga berlangsung. Akibatnya, rekaman persiapan ruangan yang belum berpenghuni terputar secara tidak sengaja ke layar publik.

Meskipun tayangan di televisi menunjukkan ruangan yang kosong, proses peninjauan VAR oleh wasit di lapangan tetap berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa secara substansi, petugas VAR sebenarnya berada di posisi mereka dan menjalankan tugas untuk memberikan sudut pandang rekaman kepada wasit utama. Namun, kegagalan visual dalam siaran menciptakan persepsi adanya kendala operasional dalam pertandingan tersebut.

Insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak penyelenggara kompetisi dalam upaya mematangkan penggunaan teknologi VAR di Liga 2. Koordinasi teknis antara petugas pertandingan di ruang VAR dan tim produksi siaran televisi perlu diperketat untuk memastikan setiap informasi visual yang sampai ke penonton akurat dan merepresentasikan kejadian yang sebenarnya di lapangan. Pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi teknis guna menghindari kesalahpahaman terkait integritas pertandingan.