Detak Media — Osasuna membuat keputusan mengejutkan jelang berakhirnya musim 2025/2026 dengan memberhentikan pelatih kepala Alessio Lisci. Keputusan tersebut diumumkan pada Senin, 25 Mei 2026, hanya beberapa saat setelah klub memastikan diri tetap bertahan di LaLiga.
Pemecatan Lisci menjadi sorotan besar karena pelatih asal Italia itu sebenarnya berhasil menyelamatkan Osasuna dari ancaman degradasi pada pekan-pekan terakhir musim ini. Namun, manajemen klub menilai performa tim sepanjang paruh kedua kompetisi mengalami penurunan drastis dan jauh dari ekspektasi awal musim.
Padahal pada awal kampanye 2025/2026, Osasuna sempat tampil mengejutkan dan bersaing di papan atas klasemen untuk memperebutkan tiket kompetisi Eropa.
Alessio Lisci Dipecat Setelah Musim Penuh Tekanan
Alessio Lisci baru ditunjuk sebagai pelatih Osasuna pada 23 Juni 2025 menggantikan Vicente Moreno. Saat itu, klub memberikan kontrak berdurasi dua tahun kepada pelatih berusia 40 tahun tersebut hingga musim panas 2027.
Awal perjalanan Lisci bersama Osasuna sebenarnya berjalan cukup menjanjikan. Tim tampil solid dalam beberapa bulan pertama kompetisi dan bahkan sempat bersaing di zona Eropa.
Gaya permainan agresif yang diterapkan Lisci sempat menuai pujian karena membuat Osasuna mampu menandingi sejumlah klub besar LaLiga.
Namun situasi mulai berubah memasuki pertengahan musim. Konsistensi permainan tim perlahan menurun dan hasil buruk mulai berdatangan secara beruntun.
Osasuna yang sebelumnya berada di papan tengah atas justru terperosok ke zona bawah klasemen dan harus berjuang keras demi menghindari degradasi.
Tekanan terhadap Lisci semakin besar ketika tim gagal meraih kemenangan dalam sejumlah laga penting pada fase akhir musim.
Performa Buruk Paruh Kedua Jadi Penyebab Utama
Meski berhasil bertahan di LaLiga, manajemen Osasuna tetap memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Lisci dan seluruh staf kepelatihannya.
Faktor utama di balik keputusan tersebut adalah performa tim yang dianggap terlalu menurun pada paruh kedua musim.
Osasuna dinilai kehilangan identitas permainan yang sempat menjadi kekuatan utama mereka pada awal kompetisi. Lini pertahanan menjadi rapuh, sementara produktivitas gol juga mengalami penurunan signifikan.
Kondisi itu membuat klub yang sempat bermimpi tampil di kompetisi Eropa justru harus bertarung hingga pekan terakhir demi menyelamatkan status mereka di kasta tertinggi sepak bola Spanyol.
Manajemen klub disebut merasa kecewa dengan arah perkembangan tim dalam beberapa bulan terakhir sehingga memilih melakukan perubahan besar sebelum musim baru dimulai.
Osasuna Ingin Bangun Ulang Ambisi Klub
Keputusan memecat Alessio Lisci juga menunjukkan bahwa Osasuna memiliki ambisi lebih besar daripada sekadar bertahan di LaLiga.
Klub ingin kembali menjadi tim kompetitif yang mampu bersaing di papan tengah atas dan bukan hanya berjuang menjauh dari zona degradasi.
Karena itu, dewan direksi merasa perlu mencari pelatih baru yang dinilai lebih mampu menjaga stabilitas performa sepanjang musim.
Pemecatan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa manajemen tidak puas hanya dengan keberhasilan lolos dari ancaman degradasi apabila performa tim secara keseluruhan dianggap tidak berkembang.
Dalam beberapa musim terakhir, Osasuna memang dikenal sebagai salah satu klub yang cukup stabil di LaLiga. Mereka beberapa kali mampu menyulitkan tim-tim besar dan tampil konsisten di papan tengah.
Namun penurunan performa drastis musim ini membuat klub merasa perlu segera mengambil langkah tegas.
Masa Depan Osasuna Kini Jadi Sorotan
Setelah keputusan pemecatan Lisci diumumkan, perhatian kini tertuju pada siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai pelatih baru Osasuna untuk musim 2026/2027.
Manajemen klub diyakini akan bergerak cepat demi mempersiapkan tim menghadapi musim baru, termasuk menyusun strategi transfer pemain pada bursa musim panas.
Sementara itu, Alessio Lisci meninggalkan Osasuna dengan catatan yang cukup campur aduk. Di satu sisi, ia berhasil menjaga klub tetap berada di LaLiga. Namun di sisi lain, kegagalan mempertahankan performa stabil sepanjang musim menjadi alasan utama berakhirnya masa baktinya.
Meski hanya bertahan satu musim, Lisci tetap meninggalkan cerita penting dalam perjalanan Osasuna musim ini, terutama saat klub berhasil lolos dari tekanan besar di papan bawah klasemen.
Kini Osasuna bersiap membuka lembaran baru dengan harapan dapat kembali tampil kompetitif dan menjauh dari ancaman degradasi pada musim mendatang.
Ikuti Detak Media
