— Persis Solo harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Liga Super Indonesia musim 2025/2026 meski berhasil meraih kemenangan penting atas Persita Tangerang dengan skor 3-1 pada pekan terakhir kompetisi. Hasil positif tersebut ternyata belum cukup menyelamatkan Laskar Sambernyawa dari jurang degradasi karena Madura United juga sukses meraih kemenangan di laga lain.

Pertandingan Persita Tangerang melawan Persis Solo berlangsung di Banten International Stadium, Sabtu (23/5/2026) sore WIB. Dalam laga hidup mati tersebut, Persis tampil penuh determinasi demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Namun nasib berkata lain. Tambahan tiga poin membuat Persis mengakhiri musim dengan koleksi 34 poin dan tetap berada di posisi ke-16 klasemen akhir. Sementara Madura United berhasil naik ke posisi ke-14 dengan 35 poin usai menang atas PSM Makassar.

Situasi semakin menyakitkan bagi Persis karena PSM Makassar yang juga mengoleksi 34 poin tetap berada di atas mereka berkat keunggulan head to head.

Persis Solo Tampil Menekan Sejak Awal

Sejak menit awal pertandingan, Persis Solo langsung bermain agresif untuk memburu kemenangan. Tim asuhan Milomir Seslija sadar hanya tiga poin yang bisa menjaga harapan mereka bertahan di Liga Super Indonesia.

Persita Tangerang yang bermain di kandang sendiri juga tampil cukup berani dengan mengandalkan penguasaan bola dan serangan dari sisi sayap.

Meski laga berlangsung terbuka, kedua tim sempat kesulitan menciptakan peluang bersih pada awal babak pertama. Persis lebih banyak mengandalkan serangan cepat melalui Jefferson dan Bruno Gomes.

Kebuntuan akhirnya pecah menjelang turun minum. Pada menit ke-44, Jefferson sukses membawa Persis unggul 1-0 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Persita.

Gol tersebut membuat semangat para pemain Persis semakin meningkat karena pada saat itu peluang bertahan di Liga Super Indonesia masih terbuka.

Babak Kedua Berlangsung Dramatis

Memasuki babak kedua, Persis langsung melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Yabes Roni menggantikan Nico. Di sisi lain, Persita juga melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Esal Sahrul Muhrom.

Persita yang tertinggal satu gol tampil lebih agresif demi mengejar ketertinggalan. Pablo Ganet sempat mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-50, namun bola masih belum mengarah ke gawang.

Pertandingan kemudian sempat diwarnai kontroversi VAR saat terjadi duel antara Jardel dan Yabes Roni di kotak penalti. Para pemain Persis meminta hadiah penalti, tetapi setelah meninjau tayangan ulang, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.

Persita terus mencoba menekan melalui kombinasi serangan Rayco dan Bruno Gomes. Peluang emas sempat diperoleh Bruno pada menit ke-68 setelah berhasil melewati penjaga gawang Igor.

Namun penyelesaian akhirnya masih membentur mistar gawang dan gagal menjadi gol penyama kedudukan.

Maricic Jadi Pembeda untuk Persis

Di tengah tekanan Persita, Persis justru berhasil memperbesar keunggulan pada menit ke-74. Miroslav Maricic yang baru masuk dari bangku cadangan tampil sebagai pembeda.

Pemain asal Serbia itu mencetak gol indah melalui tendangan melengkung yang mengarah ke tiang jauh dan gagal dijangkau Igor.

Gol tersebut membuat Persis unggul 2-0 sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemain di sisa pertandingan.

Persita akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-90 melalui Pablo Ganet. Memanfaatkan kemelut di depan gawang Persis, Pablo sukses menceploskan bola dan mengubah skor menjadi 1-2.

Namun harapan Persita untuk menyamakan kedudukan langsung pupus dua menit kemudian. Persis kembali mencetak gol melalui Dejan Tumbas.

Berawal dari situasi sepak pojok, Tumbas berhasil memenangkan duel udara dan menanduk bola ke dalam gawang Persita untuk memastikan kemenangan Persis Solo dengan skor 3-1.

Kemenangan yang Tetap Berujung Tangis

Meski berhasil menang meyakinkan di kandang Persita, hasil tersebut tetap tidak mampu menyelamatkan Persis Solo dari degradasi. Para pemain dan suporter Laskar Sambernyawa tampak kecewa setelah mengetahui Madura United juga meraih kemenangan di pertandingan lain.

Persis pun harus mengakhiri musim di posisi ke-16 klasemen akhir dengan 34 poin. Sementara Persita Tangerang tetap bertahan di posisi ke-10 dengan koleksi 45 poin.

Kegagalan bertahan di Liga Super Indonesia menjadi pukulan besar bagi Persis Solo yang sepanjang musim berjuang keluar dari papan bawah. Pergantian pelatih dan inkonsistensi performa menjadi salah satu faktor yang membuat Laskar Sambernyawa gagal bertahan di kasta tertinggi.

Kini Persis harus bersiap menghadapi kompetisi Liga 2 musim depan sambil membangun kembali kekuatan tim untuk mencoba kembali promosi ke Liga Super Indonesia.