— Pelatih kepala Juventus, Luciano Spalletti, dilaporkan mulai memetakan komposisi skuad pramusim dengan memberi perhatian khusus kepada tiga talenta muda dari akademi klub. Langkah ini menjadi bagian dari strategi regenerasi Bianconeri jelang musim kompetisi 2026/2027.

Juventus sebelumnya telah mengumumkan dua laga uji coba pramusim melawan Inter Milan dan Palermo FC yang akan digelar di Australia pada Agustus mendatang. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah klub kembali menggelar kamp pelatihan di fasilitas Adidas di Herzogenaurach, Jerman, seperti dua musim panas sebelumnya.

Di tengah persiapan tersebut, Spalletti disebut ingin memberi ruang bagi para pemain muda potensial untuk membuktikan diri layak menembus tim utama.

Tradisi Promosi Pemain Muda Berlanjut

Dalam dua musim terakhir, Juventus konsisten memanfaatkan pramusim sebagai ajang seleksi talenta akademi. Pada musim panas 2024, Nicola Savona, Samuel Mbangula, dan Jonas Rouhi tampil impresif di hadapan staf pelatih saat itu dan langsung dipromosikan ke skuad utama. Vasilije Adzic juga menunjukkan kualitas yang cukup untuk dipertahankan.

Sementara itu pada pramusim berikutnya, Igor Tudor sempat memanggil Gil Puche dan Alessandro Pietrelli. Namun, keduanya gagal mengamankan tempat permanen di tim utama. Puche tetap bertahan di Juventus Next Gen, sedangkan Pietrelli akhirnya dilepas ke Venezia.

Pola ini menunjukkan bahwa pramusim di Juventus bukan sekadar formalitas tur internasional, melainkan panggung seleksi nyata bagi para pemain muda.

Tiga Nama Mencuat dari Next Gen dan Primavera

Menurut laporan media Italia, ada tiga nama yang kini berada dalam radar Spalletti.

Adin Licina, pemain sayap/gelandang serang berusia 19 tahun, langsung mencuri perhatian sejak didatangkan dari Bayern Munich pada Januari lalu. Ia bahkan mulai dibandingkan dengan Kenan Yildiz karena gaya bermain kreatif dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu. Pekan lalu, Licina mencetak gol kemenangan spektakuler untuk Juventus Next Gen, memperkuat reputasinya sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di klub.

Nama kedua adalah David Puczka, pemain Austria berusia 21 tahun yang menjadi pilar penting Next Gen musim ini. Beroperasi di berbagai peran sisi kiri, Puczka telah mencatatkan 10 gol dan lima assist, statistik yang jarang dimiliki pemain dengan peran fleksibel sepertinya.

Terakhir, perhatian juga tertuju pada striker Italia-Nigeria berusia 16 tahun, Destiny Elimoghale, yang bersinar bersama tim Primavera (U-20). Meski performanya sedikit menurun dalam beberapa pekan terakhir, potensinya tetap dianggap besar. Manajemen disebut masih menimbang apakah sang pemain siap merasakan atmosfer tim utama atau perlu pematangan lebih lanjut di level junior.

Pramusim Jadi Ujian Sesungguhnya

Dengan jadwal uji coba yang kompetitif di Australia, Spalletti diperkirakan akan memanfaatkan tur ini sebagai ajang uji mental dan kualitas teknis para pemain muda tersebut menghadapi lawan dengan level Serie A.

Keputusan akhir memang belum ditetapkan, tetapi arah kebijakan Juventus terlihat jelas: regenerasi tidak lagi menunggu waktu, melainkan dipersiapkan sejak pramusim. Kini, tinggal menunggu siapa yang benar-benar mampu meyakinkan Luciano Spalletti bahwa mereka siap naik kelas ke tim utama Bianconeri.