Detak.Media — Pengusaha dan selebgram Shindy Samuel secara resmi telah mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Rendy Samuel, ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Gugatan tersebut didaftarkan pada Senin, 20 April 2026, menyusul serangkaian konflik rumah tangga yang disebut Shindy melibatkan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hinaan fisik, serta minimnya pemenuhan nafkah lahir dan batin.
Keputusan ini mengakhiri spekulasi publik mengenai keretakan hubungan pasangan yang selama ini dikenal harmonis di media sosial. Shindy Samuel sendiri telah menyampaikan secara langsung kepada awak media pada Kamis, 23 April 2026, bahwa gugatan tersebut bukanlah gimik, melainkan langkah serius untuk mencari ketenangan hidup dan fokus pada kesehatan mental serta bisnisnya.
Kronologi dan Alasan Gugatan Cerai
Gugatan cerai Shindy Samuel telah terdaftar dengan nomor perkara 1664/PDTG/2026/PA Jaksel. Konflik rumah tangga mereka disebut telah berlangsung lama, meski Shindy berupaya keras menjaga citra positif di hadapan publik demi anak-anak mereka. Namun, tekanan untuk mempertahankan hubungan yang tidak sehat justru berdampak buruk pada kondisi emosional Shindy.
Shindy Samuel mengungkapkan bahwa alasan utama di balik gugatan cerainya adalah adanya dugaan kekerasan fisik dan verbal. Ia mengaku sering menerima perlakuan kasar, termasuk diludahi, serta hinaan fisik atau body shaming. Salah satu hinaan yang paling membekas adalah saat Rendy Samuel disebut melontarkan kata ‘badak’ kepadanya, terutama setelah Shindy mengalami kenaikan berat badan drastis pasca melahirkan.
“Yang diludahin itu baru beberapa minggu yang lalu. Di situlah saya melakukan talak. Saya juga nggak tahu. Saya nggak ngerti talak ya, tapi saya yang melakukan,” ujar Shindy Samuel saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026), seperti dikutip dari InsertLive.
Isu Nafkah dan Talak Tiga
Selain dugaan KDRT, Shindy juga menyebutkan kurangnya pemenuhan nafkah lahir dan batin dari Rendy Samuel. Ia mengungkapkan bahwa nafkah batin jarang terpenuhi, bahkan pernah hanya sekali dalam satu setengah tahun terakhir. Untuk nafkah uang, Shindy mengaku hanya diberi Rp20 ribu per hari untuk makan, bahkan saat ia sedang hamil besar. Kondisi ini membuat Shindy harus tetap bekerja keras demi menghidupi keluarga dan karyawan yang bergantung padanya.
Shindy Samuel juga menegaskan bahwa ia telah ditalak tiga oleh Rendy Samuel, yang semakin memperkuat keputusannya untuk berpisah secara hukum. Ayah Shindy, Manaf Suharnap, turut menyatakan kekecewaannya atas perlakuan Rendy terhadap putrinya, terutama karena Shindy juga berjuang mencari nafkah untuk keluarga.
Fokus pada Kesehatan Mental dan Bisnis
Kuasa hukum Shindy Samuel menjelaskan bahwa prioritas utama kliennya saat ini adalah penyelesaian perceraian dan hak asuh anak. Shindy berharap proses hukum di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dapat berjalan lancar agar ia bisa kembali fokus mengembangkan bisnis kecantikannya dan memulihkan kesehatan mentalnya yang sempat terdampak parah akibat tekanan rumah tangga. Ia bahkan sempat menjalani pengobatan ke psikiater.
Keputusan Shindy untuk menggugat cerai juga disebutnya sebagai “jawaban dari Allah” setelah melalui pertimbangan spiritual dan doa panjang sejak Oktober tahun lalu, demi menyelamatkan diri dari situasi yang ia anggap zalim.
Ikuti Detak.Media
