Detak.Media — Aktor legendaris Hong Kong, Chow Yun-fat, yang dikenal lewat film-film ikonik seperti Crouching Tiger, Hidden Dragon dan A Better Tomorrow, terus menjadi sorotan publik karena gaya hidupnya yang sangat sederhana, meskipun memiliki kekayaan properti yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 2 triliun.
Bintang berusia 70 tahun ini secara konsisten terlihat menggunakan transportasi umum, berbelanja di pasar lokal, dan mengenakan pakaian sederhana, sebuah kontras mencolok dengan statusnya sebagai salah satu selebritas terkaya di Asia.
Gaya hidup bersahaja Chow Yun-fat ini bukan hal baru, melainkan pola yang telah ia jalani selama bertahun-tahun. Laporan terbaru pada April 2026 kembali menyoroti portofolio propertinya yang luas di Hong Kong, namun di sisi lain, ia dikenal hanya mengalokasikan pengeluaran pribadi dalam jumlah yang sangat minim setiap bulannya, serta telah berjanji untuk mendonasikan seluruh hartanya untuk amal setelah meninggal dunia.
Portofolio Properti dan Kekayaan Sang Aktor
Meskipun dikenal dengan kesederhanaannya, Chow Yun-fat memiliki aset yang fantastis. Laporan terkini dari media Hong Kong dan Singapura pada April 2026 mengungkapkan bahwa portofolio propertinya di Hong Kong, termasuk delapan properti dan sebidang tanah, diperkirakan melebihi HK$1 miliar, atau setara dengan lebih dari Rp 2 triliun, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu individu terkaya di industri hiburan.
Salah satu properti yang paling dikenal adalah vila di Cumberland Road, Kowloon, yang dibeli pada tahun 1990-an seharga sekitar HK$14,7 juta dan kini diperkirakan bernilai HK$200 juta. Ia juga memiliki vila mewah di The Peak, salah satu kawasan paling eksklusif di Hong Kong, yang dibeli pada tahun 2010 seharga HK$128 juta.
Menariknya, properti di The Peak ini dilaporkan tidak pernah ditinggali atau disewakan, dan sempat ditawarkan untuk dijual pada tahun 2022 seharga HK$220 juta, kemudian diturunkan menjadi HK$195 juta pada tahun 2024, namun belum terjual hingga saat ini.
Secara keseluruhan, perkiraan kekayaan bersih Chow Yun-fat bervariasi antara US$200 juta hingga US$720 juta (sekitar Rp 3,1 triliun hingga Rp 11,2 triliun, dengan asumsi kurs Rp 15.500/USD). Sumber seperti Forbes pada Maret 2019 pernah memperkirakan kekayaannya mencapai sekitar US$700 juta dan terus bertambah, meskipun ia sendiri dilaporkan tidak mengetahui secara pasti berapa banyak uang yang dimilikinya.
Gaya Hidup Frugal yang Konsisten
Terlepas dari aset dan kekayaan yang luar biasa, Chow Yun-fat menjalani kehidupan yang sangat hemat. Ia dilaporkan hanya menghabiskan sekitar US$102 hingga US$150 (sekitar Rp 2,5 juta) per bulan untuk pengeluaran pribadinya. Bahkan, istrinya, Jasmine Tan, yang mengelola keuangan keluarga, memberinya tunjangan bulanan “beberapa ribu dolar” untuk pengeluaran.
Chow Yun-fat sering terlihat bepergian dengan bus atau MTR (kereta bawah tanah) di Hong Kong. Ia menjelaskan bahwa preferensinya terhadap transportasi umum didasari oleh efisiensi dan kenyamanan, bukan untuk pencitraan.
“Sembilan puluh persen orang di kereta bawah tanah akan menatap ponsel mereka. Siapa yang akan memperhatikan saya? Ini seperti melangkah ke tanah yang ditinggalkan!” ujarnya.
“Selama Anda bertindak alami, orang lain juga akan alami. Tentu, orang akan terkejut ketika melihat Anda dan memanggil Anda, jadi sapa saja mereka kembali secara alami.” tambahnya.
Selain transportasi, kebiasaan frugalnya juga terlihat dari pilihannya dalam berpakaian dan makan. Ia sering membeli pakaian di toko diskon, dan pernah terlihat mengenakan kaus seharga US$20 (sekitar Rp 300 ribuan) dan sandal jepit seharga US$3 (sekitar Rp 45 ribuan).
“Saya tidak berpakaian untuk orang lain. Selama saya merasa nyaman, itu sudah cukup bagi saya,” katanya. Ia juga menikmati makanan jalanan yang murah dan sering berbelanja di pasar lokal.
Filosofi Hidup dan Janji Donasi
Chow Yun-fat secara terbuka telah menyatakan niatnya untuk mendonasikan hampir seluruh kekayaannya untuk amal setelah meninggal dunia. Janji ini, yang pertama kali ia umumkan sekitar tahun 2018, didukung penuh oleh istrinya. Ia percaya bahwa uang bukanlah sesuatu yang dimiliki selamanya.
“Uang ini bukan sesuatu yang Anda miliki selamanya. Ketika Anda pergi suatu hari nanti, Anda harus menyerahkannya kepada orang lain untuk digunakan,” jelas Chow Yun-fat dalam sebuah wawancara dengan Munhwa Broadcasting Corporation Korea Selatan.
Filosofi hidupnya berpusat pada pencarian kedamaian batin dan kehidupan yang sederhana.
“Hal tersulit dalam hidup bukanlah berapa banyak uang yang Anda hasilkan, tetapi bagaimana menjaga pola pikir yang damai dan menjalani sisa hidup Anda dengan cara yang sederhana dan tanpa beban,” ujarnya.
“Uang ini bukan milik saya, saya hanya menjaganya untuk sementara waktu.” jelasnya.
Keputusan untuk mendonasikan kekayaannya ini merupakan bagian dari pandangannya tentang kehidupan yang lebih besar. Ia berpendapat bahwa kebahagiaan sejati tidak berasal dari kekayaan materi, melainkan dari kemampuan untuk hidup dengan nyaman dan membantu orang lain. Sikap ini telah menjadikannya ikon kerendahan hati di tengah budaya selebritas modern yang cenderung glamor.
Pada Oktober 2023, di Festival Film Internasional Busan, Chow Yun-fat sempat berkelakar bahwa keputusan donasi tersebut awalnya adalah ide istrinya.
“Bukan saya yang ingin mendonasikannya, itu keputusan istri saya. Saya tidak mau, saya susah payah mendapatkannya,” katanya sambil tertawa.
Namun, ia kemudian menegaskan kembali keyakinannya bahwa “di dunia ini, kita tidak bisa membawa apa pun pada akhirnya. Saya pikir tidak apa-apa untuk tidak membawa apa-apa. Hanya memiliki dua mangkuk nasi sehari sudah cukup.”
Gaya hidup Chow Yun-fat tidak hanya menginspirasi banyak penggemar, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai kesederhanaan dan kemurahan hati di Hong Kong, sebuah kota yang dikenal dengan kesenjangan kekayaan yang lebar. Ia terus menantang norma sosial dengan menunjukkan bahwa kemewahan sejati terletak pada kebebasan dari ikatan materi.
Ikuti Detak.Media
