Profil Aurelie Moeremans, Aktris yang Viral Usai Rilis Buku Broken Strings
Nama Aurelie Moeremans kembali menjadi perhatian publik setelah merilis buku memoar berjudul Broken Strings pada Oktober 2025. Buku tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu perbincangan karena memuat kisah personal yang sensitif dan jarang diungkap secara terbuka oleh figur publik. Memoar ini menandai babak baru dalam perjalanan hidup Aurelie, tidak hanya sebagai aktris, tetapi juga sebagai penyintas yang memilih bersuara.
Dalam Broken Strings, Aurelie mengisahkan pengalaman traumatis yang dialaminya saat remaja, termasuk menjadi korban child grooming pada usia 15 tahun. Buku tersebut dibagikan secara gratis dalam format PDF, sebuah langkah yang menuai respons luas dari masyarakat. Dukungan mengalir dari berbagai kalangan, sekaligus membuka diskusi publik mengenai isu kekerasan, relasi kuasa, dan kesehatan mental.
Profil dan Latar Belakang Aurelie Moeremans
Aurelie Moeremans memiliki nama lengkap Aurélie Alida Marie Moeremans. Ia lahir di Brussel, Belgia, pada 8 Agustus 1993. Hingga Januari 2026, usianya menginjak 32 tahun. Aurelie merupakan aktris blasteran Belgia–Indonesia. Ayahnya, Jean Marc Moeremans, berasal dari Belgia, sedangkan ibunya, Sri Sunarti, merupakan perempuan asal Klaten, Jawa Tengah.
Aurelie tumbuh dalam lingkungan keluarga multikultural yang membentuk pandangannya sejak dini. Dalam kehidupan beragama, ia diketahui menganut agama Katolik dan kerap menyebut nilai spiritual sebagai salah satu pegangan penting dalam menghadapi dinamika hidup. Ia merupakan anak sulung dan memiliki seorang adik laki-laki, Jeremie Moeremans, yang juga dikenal sebagai aktor di industri hiburan Indonesia.
Masa kecil Aurelie dihabiskan di Belgia. Dalam berbagai kesempatan, ia mengungkap pernah menghadapi perundungan dan tekanan lingkungan sejak usia dini. Pengalaman-pengalaman tersebut, termasuk dinamika keluarga dan relasi personal di masa remaja, kemudian menjadi bagian penting dari narasi yang dituangkan dalam Broken Strings.
Awal Karier di Dunia Hiburan
Perjalanan Aurelie Moeremans di dunia hiburan dimulai sejak usia muda. Ia pindah ke Indonesia saat remaja dan mengikuti kompetisi modeling di Bandung pada 2007. Meski saat itu belum fasih berbahasa Indonesia, Aurelie berhasil memenangkan kompetisi tersebut. Kemenangan itu menjadi pintu masuknya ke industri hiburan Tanah Air.
Karier akting Aurelie diawali dari peran kecil sebagai figuran dan pemeran pembantu dalam sinetron Hitam Putih. Sejak 2008, ia mulai tampil di berbagai sinetron dan film televisi. Namanya perlahan dikenal publik hingga kemudian membintangi sejumlah produksi layar kaca dan layar lebar.
Seiring waktu, Aurelie juga aktif bermain dalam film bioskop dan web series dengan karakter yang beragam. Ia dikenal berani mengambil peran emosional dan kompleks, yang memperkuat posisinya sebagai aktris dengan rentang akting luas. Selain akting, Aurelie sempat menjajal dunia tarik suara dan tetap aktif sebagai figur publik di media sosial.
Pendidikan dan Kemampuan Bahasa
Dari sisi pendidikan, Aurelie menempuh pendidikan awal di Immaculata Institut De Pane, Belgia. Setelah pindah ke Indonesia, ia menyelesaikan pendidikan setara SMA dan memutuskan untuk fokus mengembangkan karier di dunia hiburan tanpa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Meski demikian, Aurelie dikenal menguasai beberapa bahasa asing, di antaranya Prancis, Inggris, dan Belanda, selain bahasa Indonesia. Kemampuan berbahasa ini mendukung aktivitas profesionalnya, terutama dalam proyek lintas negara, serta kehidupan pribadinya yang kini menetap di luar negeri.
Kehidupan Pribadi dan Aktivitas Terkini
Dalam kehidupan pribadi, Aurelie diketahui menikah dengan Tyler Bigenho pada 2024. Pernikahan tersebut digelar secara tertutup di Amerika Serikat. Saat ini, Aurelie menetap di Los Angeles, California, bersama suaminya.
Di luar kesibukan profesional, Aurelie memiliki ketertarikan pada dunia bahasa, traveling, dan berenang. Ia juga menyatakan minat untuk kembali mendalami dunia perfilman dan bahasa apabila suatu saat memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan formal.
Rilis Broken Strings dan Respons Publik
Pada 2025, Aurelie membuka babak baru dalam hidupnya dengan merilis memoar Broken Strings. Ia menegaskan bahwa buku tersebut ditulis sebagai bagian dari proses penyembuhan diri dan bukan untuk menyerang individu tertentu. Memoar ini hadir dalam dua versi bahasa, yakni versi bahasa Indonesia berjudul Kepingan Masa Muda yang Patah dan versi bahasa Inggris berjudul Fragments of a Stolen Youth.
Kedua versi buku tersebut dibagikan secara gratis melalui tautan yang dicantumkan di bio Instagram pribadinya. Langkah ini mendapat apresiasi luas, meski di sisi lain Aurelie juga mengungkap adanya pihak tidak bertanggung jawab yang menjual PDF bukunya secara ilegal. Ia secara terbuka mengecam praktik tersebut.
Viralnya Broken Strings turut diiringi dinamika di media sosial. Aurelie mengungkap adanya teror dan ancaman terhadap pihak-pihak yang menyuarakan dukungan kepadanya. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus bersuara dan mendorong kesadaran publik terkait isu kekerasan terhadap anak dan remaja.
Viralnya Broken Strings menjadikan Aurelie Moeremans kembali disorot publik, bukan hanya sebagai aktris dengan perjalanan karier panjang, tetapi juga sebagai figur yang berani membagikan kisah hidupnya. Dengan latar belakang yang kompleks dan pengalaman personal yang mendalam, Aurelie kini dipandang sebagai sosok yang membuka ruang diskusi penting sekaligus memberi makna baru tentang keberanian dan pemulihan.