Detak.Media — Synchronize Fest resmi mengawali rangkaian menuju gelaran tahun 2026 dengan mengumumkan line up fase pertama pada akhir April melalui kanal resmi mereka. Pengumuman ini langsung memantik antusiasme penikmat musik karena menampilkan kombinasi musisi mapan, kolaborasi lintas negara, hingga proyek-proyek spesial yang jarang tampil di satu panggung.
Festival yang konsisten menghadirkan spektrum musik lintas genre dan generasi ini dijadwalkan kembali berlangsung selama tiga hari di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, lokasi yang dalam beberapa edisi terakhir menjadi pusat pertemuan komunitas musik dari berbagai daerah.
Kurasi Lintas Genre dan Generasi Kembali Jadi Kekuatan
Diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo bersama DEWAtas Live, festival ini tetap mempertahankan identitasnya sebagai ruang temu lintas era. Tim kurator kembali menyusun daftar penampil dari beragam latar musik — mulai dari pop, rock, alternatif, hip-hop, metal, hingga eksperimental.
Pola rilis bertahap seperti ini sudah menjadi tradisi Synchronize Fest. Fase pertama umumnya menampilkan nama-nama kuat untuk memberi gambaran arah kurasi, sementara daftar berikutnya akan melengkapi komposisi keseluruhan menjelang hari pelaksanaan.
Deretan Nama Besar di Line Up Fase Pertama
Pengumuman fase pertama memperlihatkan beragam musisi yang siap tampil selama tiga hari festival. Beberapa nama yang telah dikonfirmasi antara lain:
- Hindia — penyanyi dan penulis lagu terkenal dengan gaya musik pop-indie yang emosional.
- Rizky Febian dan Mahalini — duopop populer yang tengah naik daun.
- Alkateri: Expanded Session — unit post-rock/indie dari Bandung.
- AntiNRML — kolektif musik hipdut yang tengah menarik perhatian publik.
- Basajan, Habibi Funk — nuansa musik eksperimental dan global.
- Indonesian Girl Group (Chibi Chibi, Ex-Blink, G String, Super Girlies, 7Icons).
- Seringai dan Sigmun — perwakilan rock-metal Indonesia.
- Reality Club x Phum Viphurit — kolaborasi lintas negara.
- Perunggu, Poris Vault Gang, Satelit, serta proyek kolaboratif Indra Lesmana dan teman-teman.
Rangkaian nama tersebut menunjukkan keberagaman dan ambisi festival untuk menggabungkan banyak interpretasi musik dalam satu panggung besar.
Lebih dari Sekadar Festival Musik
Sejak awal penyelenggaraannya, Synchronize Fest dikenal membawa semangat bahwa festival ini bukan hanya panggung hiburan, melainkan ruang inklusif bagi komunitas, kolektif, dan aktivisme budaya. Hal tersebut kembali ditegaskan melalui keberagaman penampil yang dipilih sejak fase pertama.
Kehadiran musisi dari era berbeda dalam satu susunan line up menjadi ciri khas yang jarang ditemui di festival lain di Indonesia.
Gelaran Synchronize Fest 2026 akan berlangsung pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Festival musik tahunan ini kembali hadir untuk edisi ke-11, menampilkan deretan musisi dari berbagai genre dan generasi dalam satu panggung besar selama tiga hari penuh.
Penyelenggara telah membuka penjualan tiket dengan beberapa kategori sebagai berikut:
- Presale 3 Day Pass: Rp 550.000
- Regular 3 Day Pass: Rp 700.000
- Regular Daily Pass: Rp 385.000
- Early Entry Daily Pass: Rp 285.000
- On-The-Spot 3 Day Pass: Rp 900.000
- On-The-Spot Daily Pass: Rp 485.000
Tiket early bird untuk tiga hari dilaporkan telah terjual habis, mencerminkan antusiasme tinggi dari publik terhadap festival ini.
Pengumuman ini dipastikan bukan daftar final. Penyelenggara masih akan merilis line up fase berikutnya beserta detail teknis lain seperti pembagian panggung, jadwal tampil, hingga informasi lanjutan penjualan tiket.
Publik diimbau untuk terus memantau kanal resmi Synchronize Fest karena pengalaman menunjukkan bahwa setiap fase rilis selalu menghadirkan kejutan tambahan yang tak kalah menarik dari fase sebelumnya.
Ikuti Detak.Media
