Bad Bunny Cetak Sejarah di Grammy Awards 2026: Album Berbahasa Spanyol Pertama yang Raih Album Terbaik
Bad Bunny telah mencetak sejarah dalam ajang Grammy Awards 2026 dengan memenangkan penghargaan bergengsi Album of the Year untuk albumnya “Debí Tirar Más Fotos“. Kemenangan ini menandai pertama kalinya sebuah album berbahasa Spanyol berhasil meraih kategori utama tersebut dalam sejarah Recording Academy.
Album “Debí Tirar Más Fotos”, yang dirilBad Bunnypada Januari 2025, telah mendapatkan pujian kritis dan sukses besar di tangga lagu, termasuk memuncaki Billboard 200. Kemenangan ini merupakan puncak dari perjalanan Bad Bunny yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu artis paling berpengaruh di kancah musik global. Ia juga meraih penghargaan untuk kategori Best Música Urbana Album pada malam penghargaan tersebut.
Perjalanan Artistik dan Pesan Kemanusiaan
Dalam pidato kemenangannya, Bad Bunny menyampaikan rasa terima kasihnya dalam bahasa Spanyol, yang kemudian ia lanjutkan dalam bahasa Inggris. Ia mendedikasikan penghargaan tersebut untuk semua orang yang harus meninggalkan tanah air mereka demi mengejar impian. “Saya ingin mendedikasikan penghargaan ini untuk semua orang yang harus meninggalkan tanah air mereka, negara mereka, untuk mengejar impian mereka,” ujar Bad Bunny.
Album “Debí Tirar Más Fotos” sendiri kaya akan nuansa musik dari tanah kelahirannya, Puerto Riko. Judul album ini, yang berarti “Seharusnya Aku Mengambil Lebih Banyak Foto,” mencerminkan kedalaman emosional dan narasi yang dihadirkan dalam setiap lagu. Sebelumnya, album ini juga telah dinobatkan sebagai Album of the Year di Latin Grammy Awards pada November 2025.
Pesan Politik dan Dukungan Imigran
Bad Bunny tidak melewatkan kesempatan untuk menyuarakan pandangannya yang kuat terkait isu-isu sosial. Saat menerima penghargaan Best Música Urbana Album, ia secara tegas menyerukan “ICE out” (Keluar ICE – Immigration and Customs Enforcement) sebagai bentuk protes terhadap kebijakan imigrasi yang ketat. “Sebelum saya berterima kasih kepada Tuhan, saya akan berkata, ‘ICE out’,” tegasnya di hadapan hadirin. “Kita bukan orang buas, kita bukan binatang, kita bukan alien. Kita adalah manusia dan kita adalah orang Amerika.”
Pesan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin, menunjukkan dukungan luas terhadap advokasi kemanusiaan yang disuarakan oleh para artis. Billie Eilish dan Finneas O’Connell, yang memenangkan Song of the Year, juga mengenakan pin “ICE Out” dan menyampaikan pesan serupa dalam pidato mereka, menegaskan bahwa “tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah curian.”
Rekor dan Prestasi Lainnya di Grammy Awards 2026
Kemenangan Bad Bunny menjadi sorotan utama, namun Grammy Awards 2026 juga diwarnai oleh pencapaian bersejarah lainnya. Kendrick Lamar mencatatkan rekor sebagai artis hip-hop dengan penghargaan Grammy terbanyak, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Jay-Z. Lamar memenangkan kategori Best Rap Album untuk “GNX,” yang membawanya mengumpulkan total 27 penghargaan Grammy.
Acara yang dipandu oleh Trevor Noah untuk keenam kalinya ini juga melihat Olivia Dean meraih penghargaan Best New Artist. Billie Eilish dan Finneas O’Connell memenangkan Song of the Year untuk “Wildflower,” sementara Kendrick Lamar bersama SZA memenangkan Record of the Year untuk lagu “Luther.”
Dampak Kemenangan Bad Bunny
Penghargaan Album of the Year yang diraih oleh Bad Bunny bukan hanya sekadar trofi, melainkan sebuah pernyataan budaya yang signifikan. Ini membuka pintu bagi lebih banyak artis berbahasa non-Inggris untuk mendapatkan pengakuan di panggung global dan menunjukkan bahwa musik dapat melampaui batas bahasa. Kemenangan ini juga menegaskan pengaruh Bad Bunny tidak hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai ikon budaya dan suara bagi komunitasnya.
Sebelumnya, album “Un Verano Sin Ti” karya Bad Bunny juga pernah menjadi album berbahasa Spanyol pertama yang dinominasikan untuk Album of the Year pada tahun 2023, menunjukkan tren peningkatan representasi musik Latin di Grammy Awards.
Bad Bunny dijadwalkan akan tampil sebagai bintang tamu utama dalam acara halftime Super Bowl LX di Santa Clara, tak lama setelah perayaan Grammy ini, menandai puncak kesibukan dan pengakuan atas prestasinya di industri hiburan.