— Arema FC sukses menutup perjalanan mereka di Liga Super Indonesia musim 2025/2026 dengan kemenangan meyakinkan atas PSIM Yogyakarta. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (22/5/2026) sore WIB, Singo Edan berhasil mengalahkan tim tamu dengan skor 3-1.

Pertandingan pekan terakhir tersebut berlangsung menarik sejak menit awal. Kedua tim sama-sama tampil terbuka dan berusaha menutup musim dengan hasil positif. Namun, Arema FC tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan sepanjang laga.

Kemenangan ini membuat skuad asuhan Marcos Santos berhasil memperbaiki posisi di klasemen akhir kompetisi. Tambahan tiga poin membawa Arema FC naik ke papan tengah dan menutup musim dengan catatan cukup positif di hadapan pendukung sendiri.

Sementara bagi PSIM Yogyakarta, kekalahan tersebut membuat mereka gagal menutup musim dengan hasil maksimal. Meski demikian, Laskar Mataram tetap mampu menunjukkan perlawanan sengit sepanjang pertandingan berlangsung.

Joel Vinicius Buka Keunggulan Cepat Singo Edan

Arema FC langsung tampil agresif sejak peluit babak pertama dibunyikan. Tekanan tinggi yang diterapkan tuan rumah membuat pertahanan PSIM Yogyakarta kesulitan mengembangkan permainan pada menit-menit awal pertandingan.

Hasilnya, Arema berhasil membuka keunggulan cepat ketika laga baru berjalan empat menit. Gol pertama Singo Edan dicetak Joel Vinicius setelah memanfaatkan umpan matang dari Dalberto di dalam kotak penalti.

Penyerang asal Brasil tersebut dengan tenang menyambar bola untuk mengubah skor menjadi 1-0. Gol cepat itu membuat atmosfer Stadion Kanjuruhan semakin bergemuruh oleh dukungan Aremania.

Setelah tertinggal, PSIM mencoba keluar menyerang untuk mencari gol penyama kedudukan. Tim tamu beberapa kali mampu menciptakan peluang berbahaya melalui serangan balik cepat.

Namun lini pertahanan Arema tampil cukup disiplin dalam mengantisipasi tekanan yang diberikan PSIM. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan tuan rumah.

Dalberto Tambah Koleksi Gol Musim Ini

Memasuki babak kedua, Arema FC kembali langsung mengambil inisiatif serangan. Baru tiga menit setelah jeda, Arkhan Fikri sempat memberikan ancaman lewat tembakan jarak jauh, tetapi masih mampu diamankan penjaga gawang PSIM.

Tekanan Arema akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-49. Kali ini Dalberto sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari rekannya di dalam kotak penalti.

Gol tersebut membuat Arema FC unggul 2-0 dan semakin mengendalikan jalannya pertandingan. Tambahan gol itu juga sangat berarti bagi Dalberto secara pribadi.

Striker asal Brasil tersebut kini telah mengoleksi 19 gol sepanjang musim Liga Super Indonesia 2025/2026. Catatan itu membuatnya naik ke posisi ketiga daftar pencetak gol terbanyak sementara.

Dalberto hanya kalah dari David da Silva yang mengoleksi 23 gol dan Alex Martins dengan 20 gol. Performa impresifnya musim ini menjadi salah satu faktor penting yang membantu Arema FC tetap kompetitif hingga akhir kompetisi.

PSIM Sempat Bangkit Lewat Gol Deri Cofre

Meski tertinggal dua gol, PSIM Yogyakarta tidak menyerah begitu saja. Tim tamu mencoba meningkatkan intensitas serangan demi memperkecil ketertinggalan.

Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54. Deri Cofre berhasil mencetak gol untuk PSIM setelah memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Arema FC.

Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-1 dan pertandingan kembali berlangsung terbuka. PSIM semakin percaya diri untuk mencari gol penyama kedudukan.

Beberapa peluang sempat diciptakan tim tamu, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal mencetak gol tambahan. Di sisi lain, Arema FC juga terus memberikan ancaman lewat serangan cepat dari sisi sayap.

Situasi pertandingan semakin menegangkan memasuki menit-menit akhir karena kedua tim sama-sama bermain agresif.

Gol Valdeci Pastikan Kemenangan Arema FC

Saat PSIM mencoba menekan demi mencari gol penyeimbang, Arema FC justru berhasil mengunci kemenangan pada masa injury time. Tepat di menit ke-90, Valdeci mencetak gol spektakuler lewat tembakan keras ke pojok kiri atas gawang PSIM.

Gol tersebut memastikan kemenangan 3-1 untuk Arema FC sekaligus memupus harapan PSIM mencuri poin di Kanjuruhan. Stadion kembali bergemuruh menyambut gol penutup yang dicetak Valdeci.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah dan Singo Edan sukses meraih tiga poin penting di laga terakhir musim ini.

Kemenangan tersebut membawa Arema FC finis dengan koleksi 48 poin dari 34 pertandingan. Sementara PSIM Yogyakarta harus menutup musim dengan raihan 45 poin setelah gagal mencuri hasil positif di Malang.