Rp2 Triliun Bitcoin Ditarik BlackRock dari IBIT, Sentimen Investor Kripto Berbalik

Dana Bitcoin senilai sekitar Rp2 triliun telah ditarik dari BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) pada 7 Januari 2026, menandai salah satu penarikan signifikan setelah periode inflow yang kuat. Penarikan ini merupakan bagian dari gelombang outflow yang lebih besar yang melanda seluruh produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat, mencapai total $486 juta (sekitar Rp7,58 triliun) pada hari yang sama.

Data yang dihimpun menunjukkan, selain IBIT BlackRock yang mencatat outflow $130 juta (sekitar Rp2,028 triliun), Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) memimpin penarikan dengan $248 juta. Peristiwa ini mencerminkan adanya kekhawatiran investor yang dapat memengaruhi stabilitas pasar kripto secara keseluruhan.

Pergerakan pasar ETF Bitcoin spot di awal tahun 2026 menunjukkan volatilitas yang signifikan. Setelah periode inflow yang kuat di hari-hari pertama Januari, sentimen pasar berbalik tajam menjadi outflow. Pada 2 Januari 2026, BlackRock sendiri sempat mentransfer Bitcoin dan Ethereum senilai lebih dari $123 juta ke Binance, yang oleh beberapa pihak diartikan sebagai penjualan atau persiapan penjualan aset.

Outflow dari ETF Bitcoin terjadi ketika total nilai saham yang ditebus oleh investor melebihi total nilai saham baru yang dibeli dalam satu hari. Hal ini mengharuskan penerbit ETF untuk menjual sebagian kepemilikan Bitcoin-nya guna mengembalikan uang tunai kepada investor yang menebus. Peristiwa semacam ini sering dianggap sebagai indikasi sentimen investor dan kondisi pasar.

Meskipun IBIT BlackRock secara historis menunjukkan ketahanan yang luar biasa, bahkan di tengah outflow pasar yang lebih luas, penarikan terbaru ini menyoroti pergeseran sentimen. Beberapa analisis sebelumnya menyebut IBIT sebagai kendaraan “kualitas” pilihan bagi investor institusional besar. Namun, gelombang penarikan ini menunjukkan bahwa bahkan produk terkemuka pun tidak kebal terhadap tekanan pasar.

Secara keseluruhan, pasar ETF kripto di Amerika Serikat mencatat kerugian lebih dari $700 juta dalam dua hari perdagangan terakhir menjelang 9 Januari 2026. Fidelity’s FBTC memimpin penurunan, sementara IBIT BlackRock juga mengalami penarikan. ETF Ethereum juga ikut terpengaruh, mencatat outflow bersih sebesar $98,5 juta.

Konteks yang lebih luas menunjukkan bahwa meskipun akhir tahun 2025 ditandai dengan outflow yang signifikan dan penurunan harga Bitcoin, total inflow kumulatif ke produk ETP kripto sepanjang tahun 2025 tetap kuat. IBIT BlackRock sendiri telah menyerap sebagian besar inflow ini, menegaskan posisinya sebagai pemain dominan di ruang ETF Bitcoin.

Namun, awal tahun 2026 memperlihatkan adanya recalibrasi pasar. Analis JPMorgan mencatat bahwa arus dana ETF kripto mulai stabil pada Januari, menyusul outflow pada Desember 2025. Indikator seperti arus ETF dan posisi di pasar berjangka abadi menunjukkan bahwa tekanan jual di pasar kripto mungkin mereda.

Perkembangan ini terjadi di tengah spekulasi mengenai arah harga Bitcoin dan aset kripto lainnya. Meskipun ada kekhawatiran jangka pendek yang dipicu oleh outflow, pasar masih mencari pijakan di tengah perubahan dinamika makroekonomi dan sentimen investor yang bergejolak.