— Breel Embolo menjadi pemain pertama yang diusir berkat penerapan aturan baru VAR bernama mistaken identity dalam laga perempatfinal Piala Dunia 2026. Kejadian itu berlangsung saat Swiss kalah 1-3 dari Argentina di Kansas City Stadium, Minggu (12/7) pagi WIB.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal setelah gol Alexis Mac Allister untuk Argentina disamakan oleh Ndoye. Di babak perpanjangan waktu Julian Alvarez dan Lautaro Martinez masing-masing membobol gawang Swiss sehingga Argentina melaju ke semifinal untuk menghadapi Inggris.

Insiden Kartu Untuk Embolo

Masalah untuk Swiss muncul pada menit ke-72 ketika Embolo menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Sebelumnya, Embolo sudah mendapat kartu kuning pada menit ke-44 setelah melanggar Leandro Paredes.

Insiden kedua bermula saat Embolo tampak terjatuh usai bertabrakan dengan Paredes. Awalnya wasit memberi keuntungan bagi Swiss berupa tendangan bebas, namun dari ruang VAR disampaikan informasi sehingga wasit utama Joao Pinheiro diminta meninjau ulang kejadian tersebut.

Setelah melihat tayangan ulang, wasit menilai benturan kedua pemain tidak sengaja dan bahwa Embolo sebelumnya telah terjatuh sendiri setelah berputar—dinilai sebagai tindakan diving. Pinheiro kemudian memberi kartu kuning kepada Embolo, sehingga menjadi kartu kuning kedua dan berujung kartu merah.

Aturan VAR ‘Mistaken Identity’

Aturan baru VAR yang diberlakukan pada Piala Dunia 2026, disebut mistaken identity, memungkinkan keputusan wasit diubah setelah meninjau ulang tayangan untuk menentukan pemberian kartu kuning atau merah terkait suatu pelanggaran. Selain itu, VAR kini dapat mengecek situasi yang berpotensi menghasilkan kartu kuning kedua untuk seorang pemain; sebelumnya pengecekan hanya berlaku untuk kartu merah langsung.

Ketentuan terkait kartu kuning untuk tindakan diving sejatinya sudah tercantum dalam Laws of the Game. Pada pasal 12 disebutkan seorang pemain dapat menerima kartu kuning di area manapun di lapangan bila melakukan diving.

Preseden Sebelumnya

Sebelumnya mekanisme mistaken identity juga pernah digunakan pada laga fase grup antara Amerika Serikat dan Paraguay. Pada pertandingan itu kartu kuning yang semula diberikan kepada bek AS Tim Ream dibatalkan karena pelanggaran ternyata dilakukan oleh pemain Paraguay, Almiron.

Kasus Embolo berbeda karena pelanggaran semula dinilai merugikan timnya sendiri, kemudian dianulir setelah tinjauan, dan berakhir dengan pemberian kartu kuning kedua kepada dirinya sendiri.