— Kabar kurang menyenangkan datang dari Real Madrid setelah bek andalannya, Eder Militao, dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia 2026. Cedera hamstring yang dialami pemain asal Timnas Brasil tersebut ternyata jauh lebih serius dari perkiraan awal.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh jurnalis Miguel Angel Diaz, yang menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan medis lanjutan mengharuskan Militao menjalani operasi dalam waktu dekat. Dengan kondisi tersebut, peluangnya untuk pulih tepat waktu dan tampil di turnamen internasional musim panas pun dipastikan tertutup.

Cedera Kambuhan yang Kian Parah

Cedera terbaru ini dialami Militao saat memperkuat Real Madrid dalam laga melawan Deportivo Alaves. Dalam pertandingan tersebut, ia kembali merasakan nyeri pada kaki kirinya—area yang sebelumnya memang bermasalah.

Masalah ini bukan kali pertama dialami Militao sepanjang musim 2025/2026. Ia tercatat sudah mengalami beberapa cedera otot yang mengganggu performanya. Cedera hamstring pertama muncul pada Desember saat menghadapi Celta Vigo.

Awalnya, kondisi tersebut dianggap tidak terlalu serius dan masih bisa ditangani tanpa operasi. Namun, seiring berjalannya waktu, cedera tersebut justru berkembang menjadi lebih kompleks dan berisiko tinggi jika tidak ditangani secara maksimal.

Sepanjang musim ini, Militao bahkan sudah mengalami tiga jenis cedera otot berbeda. Salah satu cedera terparah membuatnya harus absen hingga empat bulan akibat kerusakan pada tendon. Situasi ini tentu menjadi alarm serius bagi tim medis maupun sang pemain.

Operasi Jadi Solusi Terakhir

Dengan kondisi yang terus memburuk, operasi akhirnya menjadi pilihan yang tidak terhindarkan. Keputusan ini diambil demi memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan menghindari risiko cedera berulang di masa depan.

Meskipun langkah ini berarti Militao harus absen dalam jangka waktu yang cukup lama, termasuk melewatkan Piala Dunia 2026, fokus utama kini adalah menjaga keberlanjutan kariernya.

Tim medis Real Madrid dilaporkan akan melakukan pendekatan rehabilitasi secara bertahap dan hati-hati pascaoperasi. Hal ini penting untuk memastikan pemain berusia 28 tahun tersebut bisa kembali ke performa terbaiknya tanpa risiko kambuh.

Harapan Comeback yang Tertunda

Sebelum cedera terbaru ini, Militao sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Ia berhasil kembali bermain setelah pulih dari cedera panjang dan bahkan tampil dalam laga penting Liga Champions melawan Bayern Munich.

Penampilan tersebut sempat memberikan harapan bahwa ia telah melewati masa sulit. Namun, kenyataan berkata lain. Cedera kembali datang dan memupus peluangnya untuk tampil konsisten di sisa musim.

Pihak klub sendiri telah berusaha mengelola kondisi fisik Militao dengan sangat hati-hati. Namun, tanda-tanda kelelahan dan ketidakstabilan fisik mulai terlihat dari pergerakan serta bahasa tubuhnya di lapangan.

Dampak Besar untuk Klub dan Timnas

Absennya Militao tentu menjadi kerugian besar bagi tim nasional Brasil. Sebagai salah satu bek utama, pengalaman dan kualitasnya sangat dibutuhkan di ajang sebesar Piala Dunia.

Di sisi lain, Real Madrid juga harus menghadapi tantangan tambahan di lini pertahanan. Kehilangan pemain kunci seperti Militao memaksa pelatih untuk mencari alternatif strategi demi menjaga keseimbangan tim.

Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran terkait kondisi kebugaran jangka panjang sang pemain. Cedera berulang yang dialaminya menjadi catatan penting yang harus ditangani dengan serius.

Kini, prioritas utama bagi Militao adalah menjalani proses pemulihan dengan maksimal. Meskipun harus melewatkan Piala Dunia, menjaga karier dalam jangka panjang tetap menjadi hal yang jauh lebih penting.