— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah DI Yogyakarta, mengindikasikan potensi kondisi ekstrem. Peringatan ini secara spesifik menyebutkan kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Menurut data BMKG, fenomena cuaca ini diperkirakan akan berlangsung mulai pukul 17:39 WIB hingga 19:20 WIB pada tanggal 4 Mei 2026. Masyarakat di seluruh wilayah terdampak dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang mungkin timbul.

Menurut data BMKG, kondisi ini diprediksi terjadi di sejumlah kabupaten/kota di DI Yogyakarta, antara lain:

  • Kabupaten Kulon Progo: Samigaluh, Kalibawang
  • Kabupaten Sleman: Seyegan, Mlati, Sleman, Tempel

Selain itu, rilis BMKG juga menyebutkan bahwa kondisi cuaca serupa berpotensi meluas ke beberapa wilayah lain di DI Yogyakarta, memperluas cakupan area terdampak. Wilayah yang dapat mengalami perluasan dampak meliputi Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakarta. Perluasan ini menunjukkan bahwa masyarakat di area-area tersebut juga perlu mempersiapkan diri dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

Potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat menimbulkan berbagai dampak yang signifikan bagi masyarakat. Diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir lokal, genangan air di jalan, serta potensi pohon tumbang akibat hembusan angin kencang. Selain itu, jarak pandang yang berkurang drastis dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas transportasi lainnya. Warga diminta untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi BMKG dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan demi keselamatan.

Intensitas hujan yang diprediksi berada pada kategori sedang hingga lebat menunjukkan curah hujan yang cukup tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan peningkatan volume air di saluran drainase dan sungai-sungai kecil, yang bisa memicu genangan atau luapan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan respons cepat dari masyarakat menjadi sangat penting untuk meminimalkan risiko yang ada.