Detak.Media — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,9 mengguncang wilayah laut 135 kilometer Timur Laut Tuban, Jawa Timur, pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 13:47:26 WIB. Informasi ini disampaikan secara resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui kanal informasi mereka. Gempa ini tercatat memiliki kedalaman sangat dangkal, yaitu 5 kilometer, dan getarannya dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah sekitar. BMKG juga mengimbau agar informasi mengenai kejadian gempa bumi ini dapat diteruskan kepada masyarakat luas untuk kewaspadaan.
Menurut data geospasial BMKG, episentrum gempa bumi ini terletak pada koordinat 5.79 Lintang Selatan dan 112.55 Bujur Timur. Lokasi geografis ini menempatkan pusat gempa di perairan laut, sekitar 135 kilometer arah Timur Laut dari Kabupaten Tuban. Dengan kedalaman hiposenter yang hanya 5 kilometer, gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal, yang berpotensi menyebabkan guncangan terasa lebih kuat di permukaan tanah.
Guncangan akibat gempa ini dilaporkan terasa di wilayah Pulau Bawean, yang juga termasuk dalam administrasi Provinsi Jawa Timur, dengan skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala II MMI, getaran umumnya dirasakan oleh beberapa orang, terutama mereka yang berada di dalam ruangan atau sedang beristirahat, serta menyebabkan benda-benda ringan yang digantung sedikit bergoyang. Sementara itu, pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, menyerupai getaran yang ditimbulkan oleh kendaraan berat seperti truk yang melintas.
BMKG telah memastikan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 3,9 ini tidak memiliki potensi untuk menimbulkan tsunami. Meskipun demikian, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Penting bagi warga untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing guna memastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan akibat guncangan gempa, serta tetap waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan.
Ikuti Detak.Media
