Detak.Media — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah darat 11 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat, 06 Juni 2026 pukul 19:57:14 WIB. Menurut rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki kedalaman dangkal 7 kilometer. BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat di beberapa area dan informasi ini diteruskan sebagai peringatan dini.
Episentrum gempa bumi tersebut secara geografis terletak pada koordinat 6,92 Lintang Selatan dan 107,12 Bujur Timur. Dengan lokasi pusat gempa yang berada di darat dan kedalaman yang sangat dangkal, yakni hanya 7 kilometer, gempa ini dikategorikan sebagai gempa tektonik dangkal. Karakteristik ini seringkali menyebabkan guncangan yang terasa kuat di permukaan, meskipun dengan magnitudo yang tidak terlalu besar.
Berdasarkan laporan BMKG, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas bervariasi di beberapa wilayah di Jawa Barat. Di sejumlah daerah seperti Cianjur, Cibeber, Cilaku, Warungkondang, Cugenang, dan Campaka, gempa dirasakan pada skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar melintas, dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang. Sementara itu, di wilayah Sukabumi, guncangan dilaporkan terasa pada skala intensitas II MMI.
BMKG menegaskan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Warga di wilayah terdampak, khususnya di Provinsi Jawa Barat, disarankan untuk memeriksa kembali kondisi struktural bangunan rumah masing-masing, memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan. Selain itu, penting untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Ikuti Detak.Media
