Real Madrid resmi tersingkir dari ajang Liga Champions setelah gagal membalikkan keadaan saat menghadapi Bayern Munich di babak perempat final pada Kamis (16/4/2026). Hasil mengecewakan ini membuat klub raksasa Spanyol tersebut berada dalam posisi sulit dan terancam mengakhiri musim tanpa raihan trofi juara.

Kegagalan di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut menambah panjang daftar kekecewaan Los Blancos musim ini yang sebelumnya telah tersingkir di kompetisi domestik. Ekspektasi tinggi yang selalu mengiringi langkah klub di Santiago Bernabeu kini berubah menjadi tekanan besar bagi manajemen dan staf kepelatihan.

Kondisi tim saat ini sedang dalam masa turbulensi sejak awal musim dan situasi semakin rumit setelah pergantian posisi pelatih. Alvaro Arbeloa yang ditunjuk menggantikan Xabi Alonso belum mampu memberikan perubahan signifikan di tengah kritik tajam dari berbagai pihak mengenai performa tim di lapangan.

Kegagalan Beruntun di Kompetisi Domestik dan Eropa

Sebelum dipastikan tersingkir oleh Bayern Munich, Real Madrid telah mengalami serangkaian hasil buruk di ajang lainnya. Mereka kalah dari Barcelona dalam perebutan gelar Supercopa de Espana dan secara mengejutkan tersingkir dari Copa del Rey setelah ditaklukkan oleh tim divisi bawah, Albacete.

Di kompetisi LaLiga, posisi Real Madrid juga tidak menguntungkan karena mereka saat ini tertinggal sembilan poin dari rival abadi mereka, Barcelona. Untuk menjaga peluang juara, Madrid wajib memenangkan seluruh sisa pertandingan sambil berharap Barcelona kehilangan poin di laga-laga mendatang.

“Mimpi Real Madrid di Liga Champions telah berakhir. Tidak ada keajaiban, karena Real Madrid disingkirkan oleh Bayern Munich di perempat final Liga Champions—hasil yang mengkhawatirkan bagi klub dengan ekspektasi yang selalu setinggi langit,” tulis laporan resmi dari Marca.

Spekulasi Krisis dan Perubahan Besar di Santiago Bernabeu

Muncul pertanyaan besar mengenai apakah Real Madrid saat ini sedang memasuki fase krisis yang mendalam. Jika gagal mengejar ketertinggalan di LaLiga, ini akan menjadi musim kedua berturut-turut bagi Madrid tanpa gelar juara, sebuah pencapaian yang dianggap tidak dapat diterima bagi salah satu klub tersukses di Eropa.

Situasi ini memicu spekulasi mengenai masa depan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih dan kemungkinan adanya perombakan besar dalam skuad utama. Manajemen klub dilaporkan tengah mengevaluasi langkah-langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan tim di musim depan guna memenuhi tuntutan para pendukung.

“Apakah Real Madrid sedang memasuki krisis? Dan entah dengan atau tanpa Arbeloa, perubahan besar apa yang akan segera terjadi di Santiago Bernabeu,” tulis kutipan berita Marca menanggapi masa depan klub pasca eliminasi.