— Masa depan kursi kepelatihan Napoli dipastikan menjadi sorotan besar menjelang bursa musim panas 2026. Antonio Conte disebut-sebut akan segera mengakhiri kebersamaannya bersama klub asal Naples tersebut meski kontraknya sebenarnya masih tersisa hingga musim panas tahun depan.

Pelatih berusia 56 tahun itu dikabarkan telah mengambil keputusan final untuk meninggalkan Stadion Diego Armando Maradona setelah hanya menjalani satu musim bersama Napoli. Situasi ini pun memunculkan spekulasi kuat bahwa Conte akan kembali menangani Timnas Italia dalam waktu dekat.

Kabar mengenai rencana perpisahan tersebut semakin menguat setelah sejumlah media Italia menyebut bahwa keputusan itu diambil secara damai dan telah disepakati kedua belah pihak. Hubungan Antonio Conte dengan Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, disebut tetap harmonis meski kerja sama mereka akan segera berakhir.

Antonio Conte Disebut Sudah Mantap Tinggalkan Napoli

Rumor mengenai kepergian Antonio Conte sebenarnya sudah mulai berembus sejak beberapa pekan terakhir. Namun, situasi menjadi semakin jelas setelah pelatih asal Italia tersebut disebut telah menyampaikan niatnya secara langsung kepada manajemen klub.

Jurnalis transfer Fabrizio Romano menyebut Conte tidak lagi membahas proyek jangka panjang Napoli dan lebih fokus mempersiapkan langkah berikutnya dalam karier kepelatihannya. Meski memilih berpisah, komunikasi antara Conte dan Aurelio De Laurentiis tetap berlangsung dengan baik tanpa konflik internal.

Pertandingan melawan Pisa pada Minggu (17/5/2026) bahkan dianggap sebagai sinyal kuat bahwa kebersamaan Conte dengan Napoli akan segera berakhir. Banyak pihak menilai gestur dan suasana setelah laga menunjukkan adanya fase penutupan kerja sama.

Kini publik Italia hanya tinggal menunggu pengumuman resmi dari Napoli terkait masa depan pelatih yang sebelumnya sukses membawa Juventus, Inter Milan, dan Chelsea meraih gelar juara.

Conte Masuk Kandidat Utama Pelatih Timnas Italia

Keputusan Antonio Conte meninggalkan Napoli langsung dikaitkan dengan peluangnya kembali menangani Timnas Italia. Posisi pelatih Gli Azzurri memang sedang kosong setelah Gennaro Gattuso diberhentikan akibat kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dikabarkan menjadikan Conte sebagai kandidat utama untuk memimpin proyek baru tim nasional. Pengalamannya bersama Italia pada periode 2014 hingga 2016 menjadi salah satu alasan utama mengapa namanya kembali dipertimbangkan.

Saat itu, Conte sukses membawa Italia tampil kompetitif di Euro 2016 meski skuad yang dimilikinya tidak bertabur banyak bintang. Karakter disiplin, agresif, dan kemampuan membangun mentalitas tim menjadi nilai lebih yang masih dihargai hingga sekarang.

Selain Antonio Conte, FIGC juga mempertimbangkan beberapa nama lain seperti Massimiliano Allegri, Roberto Mancini, hingga Simone Inzaghi. Namun, Conte disebut berada di posisi terdepan untuk mengisi jabatan tersebut setelah pemilihan Presiden FIGC pada 22 Juni 2026.

Napoli Mulai Siapkan Pengganti Conte

Di tengah situasi tersebut, Napoli dikabarkan sudah bergerak mencari sosok pengganti Antonio Conte. Nama Maurizio Sarri muncul sebagai kandidat paling kuat untuk kembali menangani klub yang pernah ia bawa bersaing di papan atas Serie A.

Hubungan dekat Sarri dengan Aurelio De Laurentiis menjadi faktor penting dalam proses negosiasi. Selain itu, situasi Sarri di Lazio disebut tidak sepenuhnya kondusif sehingga peluang hengkang cukup terbuka.

Napoli juga mempertimbangkan Massimiliano Allegri sebagai alternatif lain. Mantan pelatih Juventus tersebut dikabarkan sedang mengalami ketegangan internal di AC Milan, terutama dengan Zlatan Ibrahimovic dan CEO klub Giorgio Furlani.

Manajemen Napoli berharap proses pergantian pelatih dapat berjalan cepat agar persiapan musim baru tidak terganggu. Klub ingin tetap kompetitif di Serie A dan kompetisi Eropa meski harus kehilangan sosok berpengalaman seperti Antonio Conte.

Jika benar kembali ke Timnas Italia, maka Conte akan memulai babak baru dalam kariernya dengan target besar membawa Gli Azzurri kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.